Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone. Yuk, bikin cerita dan konten serumu, serta dapatkan berbagai reward menarik! Let’s join Z Creators dengan klik di sini.
INDOZONE.ID - Makam Raden Bagus Mataram di Desa Surowiti, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, menjadi salah satu tempat yang ramai dikunjungi.
Tidak hanya dikenal sebagai tempat berziarah, tetapi juga lokasi pesugihan tuyul.
Banyak orang berziarah ke makam ini dengan tujuan untuk mendapatkan kekayaan melalui ritual mengambil tuyul.
Kepercayaan ini sudah lama berkembang di masyarakat sekitar. Itu pun menarik banyak orang dari berbagai daerah yang ingin mendapatkan kekayaan secara instan.
Baca Juga: Misteri Pesugihan Umbul Jumprit: Legenda dan Ritual Mistis di Lereng Gunung Sindoro
Raden Bagus Mataram sendiri merupakan seorang tokoh yang dipercaya berasal dari Kerajaan Mataram.
Ia dikenal sebagai seseorang yang sukses dalam bisnisnya dan memiliki kekayaan yang melimpah.
Dalam sejarahnya, Raden Bagus Mataram juga dikisahkan pernah bertemu dan membantu Sunan Kalijaga dalam menyebarkan dakwah Islam di wilayah tersebut.
Sebagai salah satu orang kaya pada masanya, kontribusinya dalam membantu Kesultanan Demak Bintoro juga cukup besar, terutama dari segi keuangan.
Namun, di balik kisah sejarah tersebut, makam Raden Bagus Mataram justru lebih dikenal dengan pesugihan tuyul.
Menurut cerita masyarakat setempat, banyak yang percaya bahwa mereka yang berziarah ke makam ini dapat mengambil tuyul sebagai sarana untuk mendapatkan kekayaan.
Ritual-ritual tersebut dianggap sebagai bagian dari pesugihan yang sudah mengakar di masyarakat.
Baca Juga: Misteri Pesugihan Kuda Panoleh: Bisnis Transportasi yang Berbalut Ritual Mistis
Dilansir dari YouTube @Kuno Brono, meskipun makam ini pada dasarnya merupakan tempat yang sakral dan sering dijadikan lokasi pengajian atau berdoa, banyak pengunjung yang datang dengan niat lain, yaitu meminta kekayaan.
Pengunjung seringkali salah kaprah dan menganggap tempat ini sebagai lokasi pesugihan tuyul.
Bahkan, di sekitar makam terlihat ada dupa dan bunga yang digunakan dalam ritual tersebut.
"Orang-orang datang ke sini seringkali meminta kekayaan. Tempat ini memang dikenal sebagai tempat pesugihan tuyul," ujar salah satu warga setempat.
Ia menambahkan bahwa meskipun banyak yang berdoa dengan tulus, tidak sedikit pula yang menyalahgunakan tempat tersebut untuk mencari kekayaan instan.
Baca Juga: Misteri Pesugihan Juragan Batik Berubah Jadi Siluman Anjing yang Berujung Tragis
Makam Raden Bagus Mataram berada di area yang sangat indah, dikelilingi tebing-tebing gunung dan pepohonan besar seperti pohon waru.
Selain makam, di sekitar lokasi juga terdapat situs-situs kuno lainnya, termasuk batu-batu unik yang diduga berasal dari zaman kerajaan.
Namun, sebagai tempat pesugihan tuyul paling terkenal di Jawa Timur salah satunya berada makam ini tetap menjadi daya tarik utama bagi pengunjung.
Meskipun begitu, banyak pihak berharap bahwa ke depannya tempat ini bisa lebih dihormati dan digunakan sebagai tempat berziarah dan berdoa yang lebih sakral, tanpa disalahgunakan untuk tujuan yang tidak baik.
Masyarakat berharap bahwa makam Raden Bagus Mataram dapat dipelihara dengan baik, sehingga tidak lagi dijadikan sebagai lokasi pesugihan tuyul.
Mereka juga berharap para pengunjung yang datang dapat lebih menghargai tempat tersebut sebagai bagian dari sejarah dan kebudayaan Jawa yang sarat dengan nilai-nilai spiritual.
Baca Juga: Misteri Tempat Pesugihan Kandang Bubrah Paling Terkenal di Wonogiri
Bagaimanapun juga, pesugihan tuyul di makam Raden Bagus Mataram tetap menjadi tempat yang penuh dengan misteri dan kisah-kisah mistis yang terus menarik perhatian, baik dari para peziarah maupun mereka yang percaya pada ritual-ritual tertentu.
Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone. Yuk, bikin cerita dan konten serumu, serta dapatkan berbagai reward menarik! Let’s join Z Creators dengan klik di sini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube