Kamis, 15 JANUARI 2026 • 17:33 WIB

Apa Bedanya Sihir dan Santet? Ini Penjelasannya Menurut Agama Islam

Author

Perbedaan antara sihir dan santet (Freepik)

INDOZONE.ID - Ternyata masih banyak yang masih bingung tentang perbedaan antara santet dan sihir, termasuk tentang hpnotis dan ilmu hitam lainnya. Bagaimana penjelasan semua itu dalam menurut agama Isla,.

Mengutip dari situs Muhamadiyah.or.id, santet, sihir, atau sejenisnya memang dikaitkan dengan kekuatan ghaib dan sangat dilarang di dalam Agama Islam

Sihir dianggap sebagai salah satu senjata tak terlihat dan mematikan yang paling berbahaya, karena memiliki kemampuan untuk mencapai hasil yang fatal tanpa terlihat. Sihir sendiri sudah sangat tua dan pernah diceritakan dalam kisah Nabi Musa, saat ia melawan para penyihir-penyihir utusan raja Firaun. 

Sementara santet dikaitkan dengan upaya mencelakai orang lain melalui kekuatan ghaib, menggunakan media seperti jarum, paku, atau boneka yang diyakini mampu memberikan dampak fisik maupun psikis pada korbannya.

Baca juga: 17 Ciri-Ciri Orang yang Terkena Santet dan Cara Mengatasinya

Nah, sebenarnya apa sih perbedaan keduanya dalam agama Islam? Berikut beberapa faktanya sesuai yang sudah Indozone rangkum dari beberapa sumber.

Pengertian tentang sihir dalam Islam

Secara definisi, sihir disebut-sebut meerupakan praktik spiritual atau okultisme yang menggunakan kekuatan supranatural atau energi untuk mempengaruhi kejadian atau fenomena. Sihir sering kali terkait dengan keyakinan atau praktik spiritual tertentu dan dapat digunakan untuk tujuan baik maupun jahat.

Perbedaan antara sihir dan santet (Freepik)

Sihir sudah ada sejak zaman Mesir kuno hingga sekarang dan berkembang dalam berbagai budaya. Bahkan sudah dceritakan dalam Al Quran dan Al Hadist, seperti cerita Nabi Musa As dan Nabi Sulaiman As.

Dalam kisah Nabi Musa, para penyihir diperintakan Firaun untuk menghadang Nabi Musa. Mereka semua pesihir yang pandai. Saat para penyihir menciptakan ular dari kayu kecil, Nabi Musa pun mengeluarkan mukzizatnya dengan melempar tongkatnya, dan dengan seizin Alloh SWT, tongkat itu menjadi ular yang besar yang memakan ular-ular kecil tersebut.

Cerita tersebut menunjukkan bahwa sihir dan penyihir sudah ada sejak zaman dahulu di Mesir.

Baca juga: "Pasal Santet" dalam KUHP Baru Resmi Berlaku: Mengaku Punya Ilmu Gaib Kini Bisa Dipenjara

Penjelasan tentang santet

Santet disebut sebagau suatu bentuk serangan spiritual atau mistis yang diyakini dapat menyebabkan kerugian atau penderitaan pada seseorang. 

Praktik ini sering dikaitkan dengan kepercayaan animisme atau kepercayaan tertentu di berbagai budaya, dan biasanya dilakukan oleh seseorang yang dianggap memiliki kekuatan supranatural.

Meski memiliki akar dalam budaya lokal, santet sejatinya dapat dikategorikan sebagai bagian dari sihir. Dalam Islam, sihir dilarang keras dan dikategorikan sebagai dosa besar. Al-Qur’an secara tegas menyebutkan tentang sihir dalam surah Al-Baqarah (2) ayat 102.

Perbedaan antara santet dan sihir

Santet, sebagai praktik lokal, dapat dipahami sebagai aplikasi sihir dalam konteks budaya tertentu. Sementara sihir mencakup cakupan global yang lebih luas, santet memiliki ciri khas dalam metode dan medianya. Namun, esensinya sama: penggunaan kekuatan ghaib dengan niat buruk yang bertentangan dengan nilai-nilai tauhid.

Mungkin yang bisa dijelaskan secara terperinci antara santet dan sihir adalah tujuan, metode, dan keyakinan yang mendasarinya. 

Sihir dan hipnotis lebih berfokus pada penggunaan energi atau keadaan kesadaran untuk tujuan tertentu, sementara santet lebih berkaitan dengan serangan spiritual atau mistis, dan terpedaya adalah orang yang terpengaruh oleh kepercayaan atau informasi palsu.

Apa hukuman untuk santet dan sihir secara Islam?

Perbedaan antara sihir dan santet (Freepik)

Dalam konteks hukum Islam, mayoritas ulama sepakat bahwa sihir, termasuk santet, adalah haram dan termasuk dosa besar. 

Baca juga: Asal Usul Santet di Indonesia, Ilmu Hitam yang Berakar dari Era Kerajaan Nusantara: Tradisi dan Persaingan Sosial

Rasulullah SAW dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA menyebutkan bahwa sihir adalah salah satu dari tujuh dosa besar yang harus dihindari. Dalam hadis itu, sihir disebutkan setelah syirik, menunjukkan betapa seriusnya pelanggaran ini di mata syariat.

Rasulullah saw menjawab, syirik kepada Allah, sihir, membunuh seseorang yang diharamkan oleh Allah kecuali dengan jalan yang benar, memakan harta riba, memakan harta anak yatim, lari dari medan perang dan menuduh zina terhadap perempuan-perempuan mukmin [H.R. al-Bukhari dan Muslim nomor 6351].

Dalam pandangan Muhammadiyah, sebagaimana dimuat dalam Majalah Suara Muhammadiyah edisi 10 tahun 2011, sihir termasuk ke dalam kategori syirik. H

al ini menegaskan bahwa praktik seperti santet tidak hanya dilarang tetapi juga mengancam akidah pelakunya. Syirik, sebagai dosa terbesar dalam Islam, menjadi alasan kuat mengapa santet tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.

Baca juga: Kisah Mistis Perang Santet di Pasar Cipete: Saat Persaingan Katering Rendang dan Puding Jadi Medan Gaib

Intinya, baik santet dna sihir dihukumi sebagai praktik yang haram dan bertentangan dengan nilai-nilai tauhid. Meski berakar pada tradisi lokal, praktik ini tidak bisa dilepaskan dari kategorisasi sebagai sihir, yang memiliki konsekuensi berat baik di dunia maupun akhirat.

Nah, itulah perbedaan antara sihir dan santet dalam agama Islam.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Muhammadiyah.or.id

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU