Ilustrasi Perang Santet di Pasar Cipete. (Foto: Freepik @Freepik)
INDOZONE.ID - Pasar tradisional Cipete, Jakarta Selatan, selalu jadi pusat kehidupan warga. Setiap pagi, lorong-lorong sempitnya penuh dengan aroma bawang goreng, ikan segar, dan rempah-rempah Nusantara.
Tapi siapa sangka, di balik hiruk pikuk pasar, ada dua kios katering yang lagi adu kuat.
Di satu sisi ada Rasa Nusantara milik Bu Marni dengan rendang melegenda, gulai otak lembut, sampai sambal colo-colo pedas.
Di sisi lain berdiri Dapur Lezat milik Pak Hadi, spesialis puding fusion yang modern, cantik, dan instagramable.
Persaingan mereka sudah dua tahun berjalan. Awalnya normal, promosi, diskon, tester gratis. Tapi makin lama, tensinya terasa makin tegang.
Yuk, simak kisah perang santet di Pasar Cipete dilansir dari YouTube/OM BRIZZ OFFICIAL selengkapnya!
Baca juga: Kisah Mistis Santet Sedulur Papat: Dendam Sumini dengan Tirakat Mengerikan yang Berakhir Tragis
Bu Marni adalah perempuan paruh baya asal Padang. Resep rendangnya turun-temurun, katanya dulu bahkan pernah dimasak untuk pejabat Belanda.
Setiap pagi ia berdiri di kiosnya, tangan cekatan mengaduk kuali besar sambil menyapa pelanggan. “Kalau bukan rendang Bu Marni, rasanya kurang nendang,” kata seorang pelanggan setia.
Pak Hadi beda lagi. Mantan koki hotel bintang lima ini membawa nuansa modern ke pasar.
Puding matcha, salted caramel, sampai cokelat lava ia sajikan dalam kemasan cantik. Anak muda, influencer kuliner, bahkan pekerja kantoran jadi pelanggan setianya. Bagi mereka, puding Pak Hadi bukan sekadar dessert, tapi lifestyle.
Awalnya hanya sebatas perang promo. Tapi suatu hari, kontrak katering besar yang hampir pasti milik Bu Marni mendadak batal.
Panitia memilih Dapur Lezat tanpa alasan jelas. Bersamaan dengan itu, kejanggalan muncul di kios Bu Marni yaitu beras baru mendadak bau apek, ayam segar membusuk semalaman, karyawan sakit kepala, bahkan muncul bisikan misterius di gudang dapur.
Bu Marni teringat cerita dari kampungnya di Sumatera, tentang santet yang bisa bikin makanan basi atau usaha hancur.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube