INDOZONE.ID - Mas Marco Kartodikromo adalah salah satu tokoh pers yang memainkan peran penting dalam gerakan anti-kolonial di Indonesia. Di awal abad ke-20, Mas Marco tidak memilih jalan demonstrasi atau organisasi formal untuk melawan kolonialisme, seperti banyak rekan sezamannya. Sebaliknya, ia menggunakan tulisan sebagai senjatanya, menulis artikel dan karya sastra yang disebarluaskan melalui surat kabar dan majalah, termasuk “Sinar Hindia”, “Medan Prijaji”, dan “Doenia Bergerak”.
Tulisan-tulisan Mas Marco dikenal karena keberaniannya mengkritik ketidakadilan dan kekejaman pemerintah kolonial Belanda. Melalui artikel yang mudah dipahami oleh rakyat jelata, ia mengungkap kondisi rakyat pribumi yang miskin dan tertindas. Ia menggunakan bahasa pasar, yang akrab di telinga pembaca awam, untuk memastikan bahwa pesannya tersampaikan dengan jelas. Sebagai contoh, ia mengkritik program pemerintah yang disebut “Mindere Welvaart Commissie” yang menurutnya hanya memperparah penderitaan rakyat Indonesia alih-alih memperbaikinya.
Baca Juga: Sejarah dan Makna Hari Kebebasan Pers Sedunia 3 Mei
Selain artikel kritis, Mas Marco juga menerbitkan karya sastra seperti novel “Mata Gelap” dan “Student Hidjo”, yang menggambarkan realitas sosial rakyat kecil. Dalam karya-karyanya, ia memotret kehidupan kaum tertindas, menyampaikan perlawanan terhadap kapitalisme dan imperialisme yang merugikan masyarakat. Melalui tulisan-tulisannya, ia mendorong rakyat untuk berpikir kritis dan menolak tunduk pada kekuasaan kolonial yang tidak adil.
Bagi Mas Marco, pers bukan sekadar media informasi, melainkan alat untuk membangkitkan kesadaran nasional. Ia percaya bahwa dengan menyampaikan isu-isu yang relevan dan mengangkat suara kaum lemah, pers dapat berperan dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Meski pemerintah kolonial membatasi kebebasan pers, Mas Marco terus menerbitkan tulisan-tulisannya, menjadikan pers sebagai amunisi yang efektif dalam perjuangan anti-kolonial.
Baca Juga: Bintang Timor: Jejak Awal Pers Modern di Indonesia Abad ke-19
Melalui pena dan ideologi yang kuat, Mas Marco menorehkan sejarah dalam dunia pers Indonesia sebagai pahlawan tanpa senjata, yang menggunakan kata-kata untuk melawan penindasan dan menyemangati rakyatnya dalam perjuangan menuju kemerdekaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Bacaini.id