Sabtu, 09 NOVEMBER 2024 • 18:30 WIB

Sejarah Hari Pahlawan, Kisah Heroik di Balik Peristiwa 10 November

Author

Ilustrasi Hari Pahlawan.

INDOZONE.ID - Setiap 10 November, Indonesia memperingati Hari Pahlawan sebagai bentuk penghormatan kepada mereka yang telah berjuang demi kemerdekaan.

Penetapan tanggal ini didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959 tentang Hari-Hari Nasional.

Tanggal tersebut dipilih untuk mengenang pertempuran heroik di Surabaya pada 1945, salah satu momen penting dalam sejarah perjuangan bangsa.  

Baca Juga: Misteri Kematian Jenderal Huo Qubing, Pahlawan Dinasti Han yang Meninggal di Usia Muda

Pertempuran Surabaya: Awal Hari Pahlawan  

Ilustrasi pertempuran Surabaya cikal bakal Hari Pahlawan. (Wikipedia).

Sejarah Hari Pahlawan 10 November 1945, berawal dari peristiwa dimana Surabaya menjadi saksi pertempuran sengit antara rakyat Indonesia dan pasukan Sekutu yang didukung oleh tentara Belanda.

Kedatangan Sekutu melalui Allied Forces Netherlands East Indies (AFNEI) bertujuan melucuti tentara Jepang dan memulangkan mereka.

Namun, mereka diboncengi oleh Netherlands Indies Civil Administration (NICA), yang berupaya mengembalikan Indonesia sebagai jajahan Belanda.  

Hal ini memicu kemarahan rakyat. Situasi memanas dengan insiden di Hotel Yamato pada 19 September 1945, ketika pemuda Surabaya merobek bendera Belanda dan mengibarkan Merah Putih.

Insiden ini menjadi simbol perlawanan yang meluas ke seluruh kota.  

Baca Juga: Yuan Chonghuan: Pahlawan Militer Ming yang Berakhir Tragis karena Politik dan Pengkhianatan

Tewasnya Jenderal Mallaby  

Ilustrasi Hari Pahlawan.

Situasi semakin genting ketika Brigadir Jenderal A.W.S. Mallaby, pimpinan tentara Inggris di Jawa Timur, tewas dalam bentrokan di Jembatan Merah pada 30 Oktober 1945.

Peristiwa ini mendorong Sekutu mengeluarkan ultimatum pada 9 November 1945, menuntut penyerahan senjata oleh rakyat Surabaya.

Namun, ultimatum ini ditolak, dan keesokan harinya, pertempuran besar pecah.  

Baca Juga: Kisah Perjalanan Harriet Tubman, dari Budak Menjadi Pahlawan

Perlawanan Heroik dan Korban Jiwa  

Ilustrasi Hari Pahlawan.

Di bawah komando tokoh-tokoh seperti Bung Tomo, rakyat Surabaya melawan dengan gagah berani.

Dukungan juga datang dari ulama, seperti K.H. Hasyim Asy'ari dan K.H. Wahab Hasbullah, yang menggerakkan santri dan masyarakat.

Dilansir dari YouTube @Halo Edukasi, pertempuran berlangsung selama tiga minggu, mengakibatkan ribuan korban jiwa. Diperkirakan 6.000 hingga 16.000 pejuang gugur, sementara ribuan warga sipil mengungsi.  

Baca Juga: Kisah Tragis Kiera Larsen, Pahlawan Kecil yang Selamatkan Dua Balita dari Tabrakan Mobil Sport

Makna Hari Pahlawan  

Ilustrasi Hari Pahlawan.

Hari Pahlawan bukan sekadar peringatan sejarah. Ini adalah momen untuk mengingat semangat juang dan pengorbanan para pahlawan dalam mempertahankan kemerdekaan.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya,” sebuah pepatah yang mengingatkan kita akan pentingnya menghormati perjuangan mereka.  

Baca Juga: Mengenal Laksamana Yi Sun-sin: Pahlawan Legendaris Korea di Mobile Legends dan Sejarah Nyata

Ilustrasi Hari Pahlawan.

Dalam konteks masa kini, perjuangan bukan lagi melawan penjajah, tetapi melawan tantangan yang mengancam persatuan dan kemajuan bangsa.

Melalui belajar sejarah Hari Pahlawan mengajak kita untuk meneladani kepemimpinan, keberanian, dan rasa cinta tanah air yang ditunjukkan oleh para pahlawan.

Yuk kita terus menjaga semangat perjuangan demi Indonesia yang lebih baik!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: YouTube

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU