Jumat, 08 NOVEMBER 2024 • 10:45 WIB

Muhammad Ali Jinnah: Dari Nasionalis India Menjadi Bapak Pendiri Pakistan

Author

  Muhammad Ali Jinnah, Bapak pendiri Pakistan.

INDOZONE.ID - Muhammad Ali Jinnah adalah tokoh yang tak terpisahkan dari sejarah Pakistan.

Dikenal sebagai Quaid-e-Azam atau Pemimpin Agung, serta Baba-i-Qaum atau Bapak Bangsa, Jinnah adalah sosok di balik lahirnya negara Pakistan.

Mendirikan Pakistan bukanlah perjalanan yang mudah. Ia harus melalui perjuangan yang panjang, penuh tantangan, dan penuh pengorbanan.

Baca Juga: Kisah Perang Tersingkat di Dunia, Inggris dan Zanzibar Adu Kuat Cuma Sekira 38 hingga 45 Menit: Kok Bisa?

Seorang Pengacara

Lahir di Karachi pada 25 Desember 1876, Jinnah memulai kariernya sebagai seorang pengacara muda yang cerdas.

Di awal kariernya, Jinnah dikenal sebagai seorang nasionalis India yang moderat.

Muhammad Ali Jinnah dan Mahatma Gandhi

Ia mendukung persatuan antara umat Hindu dan Muslim di bawah pemerintahan kolonial Inggris.

Bahkan, Jinnah bergabung dengan Kongres Nasional India (INC) dan menjadi tokoh penting yang mendukung kemerdekaan India dari Inggris.

Baca Juga: Kisah Kumari, Gadis Cilik yang Tubuhnya Jadi Wadah Dewi Taleju

Ia ingin India merdeka dan menjadi satu, tetapi ia juga menginginkan kesetaraan bagi umat Muslim dalam sistem politik yang baru.

Namun, seiring waktu, pandangan Jinnah mulai berubah.

Ia melihat bahwa kepentingan umat Hindu dan Muslim di India sering kali tidak sejalan.

Baca Juga: Misteri Santet Banyuwangi, Benarkah Dianggap Sarang Ilmu Gaib di Pulau Jawa?

Perbedaan ini tidak hanya soal agama, tetapi juga soal budaya, ekonomi, dan sosial.

Situasi ini membuat Jinnah menyadari bahwa umat Muslim di India memerlukan perlindungan yang lebih kuat, sebuah identitas yang jelas.

Mulai Memisahkan Diri

Pada 1913, Jinnah bergabung dengan Liga Muslim India, yang akhirnya ia pimpin.

Di bawah kepemimpinannya, Liga mulai menyuarakan tuntutan untuk membentuk negara Muslim yang terpisah.

Konsep ini dikenal sebagai Two-Nation Theory, sebuah gagasan bahwa umat Hindu dan Muslim adalah dua bangsa yang berbeda, dengan perbedaan yang terlalu besar untuk disatukan dalam satu negara.

Baca Juga: Memahami Makna Pingitan Pengantin Jawa, yang Jadi Ritual Cinta dalam Diam

Keyakinan inilah yang mendorong perjuangan Jinnah untuk mewujudkan Pakistan.

Perjuangan ini mencapai puncaknya pada tahun 1940, ketika Liga Muslim India mengeluarkan Resolusi Lahore.

Resolusi ini secara resmi menyatakan tuntutan untuk membentuk Pakistan sebagai negara yang terpisah dari India.

Bagi Jinnah, resolusi ini adalah langkah penting menuju kemerdekaan umat Muslim di India.

Meski gagasan ini ditentang keras oleh Kongres Nasional India yang dipimpin oleh Mahatma Gandhi, Jinnah tetap berpegang pada prinsipnya.

Ia menggunakan strategi politik yang cerdas untuk meyakinkan Inggris dan dunia internasional bahwa pemisahan ini adalah solusi terbaik demi kedamaian dan kesejahteraan.

Berpisah dari India

Setelah melalui negosiasi panjang dan mendapatkan dukungan luas dari umat Muslim, pada 14 Agustus 1947, Pakistan resmi merdeka dan terpisah dari India.

Jinnah kemudian diangkat sebagai Gubernur Jenderal pertama Pakistan.

Pada saat itu, impian Jinnah untuk menciptakan negara bagi umat Muslim menjadi kenyataan.

Ia memberikan tempat bagi mereka untuk hidup sesuai keyakinan agama mereka.

Namun, warisan Jinnah tidak hanya sekadar terbatas pada berdirinya Pakistan. Hingga kini, Jinnah tetap dihormati sebagai bapak bangsa.

Nilai-nilai yang ia perjuangkan seperti persatuan, disiplin, kerja keras, dan penghargaan terhadap keberagaman terus menginspirasi rakyat Pakistan.

Banner Z Creators Undip.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Britannica

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU