INDOZONE.ID - Penggunaan senjata api di Amerika Serikat (AS) sangat marak. Itu dimaklumi karena hak untuk memiliki senjata api sudah menjadi bagian kuat dari identitas historis dan politik masyarakat Amerika.
Secara historis, senjata api serta akses luas untuk memilikinya, adalah faktor utama yang membantu kesuksesan Revolusi Amerika, yaitu perang melawan Inggris untuk kemerdekaan 13 koloni di Amerika Utara.
Akses senjata ini memungkinkan para kolonis berhadapan langsung dengan tentara Inggris yang saat itu kuat.
Hak memiliki senjata ini juga berakar pada prinsip-prinsip politik yang mendasari pembentukan negara oleh para pendiri Amerika Serikat, khususnya teori hukum alam.
Dalam masyarakat tradisional Amerika, prinsip “Hidup, Kebebasan, dan Hak Milik” sangat kuat, bahkan dianggap lebih penting dibanding nilai-nilai lainnya.
Karena alasan ini, hak untuk memiliki senjata menjadi fenomena penting dalam konteks sosial-politik Amerika sehingga menjadi fondasi liberalisme di negara tersebut.
Baca Juga: Mengenal Agent Orange, Senjata yang Digunakan Tentara Amerika saat Perang Vietnam Selain Senjata Api
Senjata memiliki posisi khusus dalam kehidupan sosial Amerika, mengingat sejarah negara tersebut yang ditandai dengan perlawanan terhadap monarki Inggris. Bagi masyarakat Amerika, senjata dianggap sebagai jaminan kontrol rakyat atas pemerintah federal.
Jumlah senjata api yang beredar di Amerika, bahkan melebihi jumlah penduduknya. Berdasarkan laporan terakhir Small Arms Survey pada 2017, terdapat 393 juta senjata api untuk 325 juta penduduk Amerika.
Dengan rasio ini (120 senjata api per 100 penduduk), Amerika menempati peringkat pertama di dunia dalam jumlah kepemilikan senjata.
Selama 20 tahun terakhir, produksi senjata api di Amerika meningkat hingga empat kali lipat. Tren ini juga diikuti dengan peningkatan angka kematian karena senjata dalam beberapa tahun terakhir.
Selama dekade terakhir, lebih dari 40.000 orang tewas setiap tahun karena pembunuhan atau bunuh diri dengan senjata api.
Namun, di sisi lain, penggunaan senjata api yang tinggi ini juga memunculkan kekhawatiran terkait keselamatan publik, meningkatnya angka kekerasan bersenjata, serta dampaknya terhadap keamanan masyarakat.
Bagi sebagian warga Amerika, senjata api tidak hanya dianggap sebagai alat perlindungan diri, tetapi juga sebagai sumber ancaman yang meresahkan.
Pada 2021, jajak pendapat USA Today/Ipsos menunjukkan, bahwa dua per tiga warga Amerika mendukung regulasi yang lebih ketat mengenai kepemilikan senjata. Penembakan massal menjadi perhatian yang makin serius bagi masyarakat Amerika.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Lemonde, Warsawininstitute