Selasa, 24 SEPTEMBER 2024 • 11:45 WIB

Deretan Peristiwa PKI di Kediri, Salah Satunya Kisah Santri Komar yang Kebal dari Serangan Komunis

Author

Ilustrasi Di Balik Kisah Santri Komar yang Kebal dari Serangan Senjata PKI.

INDOZONE.ID - Setelah kemerdekaan Indonesia, Kediri, Jawa Timur, dikenal sebagai salah satu wilayah dengan basis massa Partai Komunis Indonesia (PKI) yang cukup kuat.

Para simpatisan PKI di wilayah ini memiliki loyalitas yang fanatik, bahkan di saat bersamaan Kediri juga merupakan pusat kaum santri dan warga Nahdlatul Ulama (NU).

Di sana, terdapat banyak pondok pesantren serta para kiai yang sangat dihormati.

Beberapa literatur mencatat bahwa di wilayah yang dilewati Sungai Brantas ini, pernah terjadi bentrokan hebat antara pendukung komunis dan anti-komunis, terutama saat peristiwa Gerakan 30 September PKI (G30S/PKI) di tahun 1965.

Baca Juga: Kisah Tragis Dibalik Peledakan Gedung Capital One di Louisiana Setelah 4 Tahun Terbengkalai

Kediri sebagai Basis PKI

Ilustrasi Daerah Kediri di Masa Lalu.

Daerah Kediri dikenal sebagai salah satu basis PKI karena bangkitnya kembali kekuatan partai tersebut di bawah pimpinan DN Aidit.

Pada Pemilu 1955, PKI berhasil menempati posisi keempat dengan jumlah pemilih terbanyak, membuat partai ini berkembang pesat, termasuk di Kediri.

Doktrin Nasakom (Nasionalisme, Agama, dan Komunisme) yang diperkenalkan pada masa itu semakin memperkuat posisi PKI di berbagai wilayah.

Baca Juga: Misteri Pesugihan Gunung Kawi: Ada Mitos Pohon Dewandaru yang Mendatangkan Kekayaan

Aidit.

Di Kediri, dukungan terhadap PKI berasal dari kalangan buruh tani dan pekerja pabrik, terutama mereka yang tergabung dalam organisasi sayap PKI seperti Barisan Tani Indonesia (BTI) dan Serikat Buruh Perkebunan (Sarbupri).

Salah satu contoh nyata konflik PKI di Kediri ini terjadi di Ploso Kidul, di mana para petani di Dusun Simbar yang sebagian besar anggota BTI melakukan aksi-aksi protes menentang Undang-Undang Agraria 1960.

Baca Juga: Kisah Babe Ruth: Masa Kecil yang Sulit Hingga Menjadi Legenda Bisbol

Konflik dan Pemberontakan di Ploso Kidul

Ilustrasi Kediri Zaman Dulu.

Tahun 1960, masyarakat Dusun Simbar yang mayoritas bekerja sebagai petani dan buruh perkebunan melakukan aksi penolakan terhadap kebijakan relokasi lahan.

PKI, melalui anggota BTI dan Sarbupri, memprovokasi warga untuk tidak meninggalkan tanah mereka, meski pihak perkebunan telah menawarkan ganti rugi.

Konflik antara warga dan pihak perkebunan semakin memanas dengan berbagai demonstrasi yang terjadi sepanjang tahun 1960 hingga 1961.

Baca Juga: Misteri Suku Bunian di Sumatra: Makhluk Gaib atau Primata Misterius?

Kisah lainnya datang dari Kecamatan Kelemahan, di mana PKI juga memainkan peran utama dalam memprovokasi para petani miskin untuk menolak kebijakan agraria.

Mereka dijanjikan tanah sebagai kompensasi, yang semakin meningkatkan ketegangan antara kelompok pro-PKI dengan anti-komunis, terutama dari kalangan Pemuda Ansor dan PNI (Partai Nasional Indonesia).

Aksi kekerasan terjadi, di mana rumah-rumah dan lahan pertanian dihancurkan dalam upaya mempertahankan hak atas tanah.

Baca Juga: Misteri Pesugihan Nyai Puspo Cempoko: Sekali Melanggar Ritual Langsung Berujung Tragis

Peristiwa Kanigoro dan Kekejaman PKI

PKI.

Salah satu peristiwa besar yang mengingatkan kita akan kekejaman PKI di Kediri adalah tragedi Kanigoro.

Kisah tragis ini terjadi pada tahun 1965, BTI dan pendukung PKI menyerang umat Islam yang tengah beribadah di masjid, dengan lebih dari 5.000 orang mengepung dan merusak tempat suci tersebut.

Mereka tidak hanya menghina agama, tetapi juga menjarah barang-barang milik umat Islam, serta merusak kitab suci Al-Qur'an.

Baca Juga: Misteri Pesugihan Gunung Kemukus: Ritual Aneh Tanpa Tumbal yang Kontroversial

 

Kisah Santri Komar, Sang Penentang PKI

Ilustrasi Santri Komar yang Menentang PKI.

Dilansir dari YouTube @Sarang Demit, pada pertengahan konflik yang memanas, muncul kisah seorang santri dari Kediri bernama Komar.

Komar adalah seorang santri yang baru saja lulus dari pondok pesantren, dan tinggal di kampung yang mayoritas simpatisan PKI.

Meskipun PKI sangat mendominasi di kampungnya, Komar tetap teguh menolak bergabung dengan organisasi tersebut. 

Baca Juga: Misteri Pesugihan Popok Wewe Gombel: Kisah Nyata yang Menggegerkan Jawa Tengah

Suatu hari, tanah milik keluarganya hendak dirampas oleh dua orang simpatisan PKI. Komar, yang telah diingatkan oleh almarhum ibunya untuk menjauhi PKI, tidak mau menyerahkan tanah itu begitu saja.

Ketegangan meningkat hingga terjadi kekerasan, di mana Komar dipukuli oleh kedua simpatisan tersebut.

Namun, Komar tetap bertahan, hingga pada akhirnya ia melawan dan berhasil memukul mundur kedua orang tersebut.

Baca Juga: Misteri Pesugihan Sate Gagak: Ritual yang Mempertaruhkan Nyali dan Nyawa

Tindakan Komar tidak dibiarkan begitu saja. Malam harinya, sekelompok anggota PKI datang untuk menangkapnya.

Komar dan pamannya, Pak Sapto, yang juga seorang anti-komunis, bertempur melawan mereka.

Meskipun kalah jumlah, mereka bertahan dengan gigih. Namun, akhirnya mereka ditangkap dan dibawa ke alun-alun kampung untuk dieksekusi.

Baca Juga: Kisah Whitney Jones dan Debra Trice: Bangun Yayasan Bersama Pembunuh Ayahnya

Namun, keajaiban terjadi. Meskipun diserang dengan berbagai senjata, mulai dari golok hingga keris, tubuh Komar tetap tidak terluka. Para algojo PKI pun keheranan dan tidak mampu menghabisinya.

Kesaktian Komar, yang diperolehnya dari ilmu yang diajarkan di pesantren, menyelamatkannya dari kematian.

Pada saat yang sama, bantuan dari rombongan santri dan kiai dipimpin oleh Kiai Zainal, gurunya Komar, datang.

Mereka berhasil menggempur dan mengalahkan komplotan PKI yang hendak mengeksekusi Komar.

Baca Juga: Kisah Pencurian Mobil Terbesar Sepanjang Sejarah: Korea Utara Tak Bayar 1.000 Unit Volvo dari Swedia

Ilustrasi Di Balik Kisah Santri Komar yang Kebal dari Serangan Senjata PKI.

Kisah santri Komar adalah salah satu dari banyak kisah tentang perjuangan santri dan masyarakat Kediri dalam melawan dominasi PKI di wilayah tersebut.

Meskipun PKI sempat mendominasi, kekuatan santri dan kaum anti-komunis, yang dipimpin oleh para kiai, pada akhirnya mampu membalikkan keadaan.

Kediri, yang pada masa itu dikenal sebagai basis PKI, menjadi saksi bisu dari berbagai konflik antara komunis dan anti-komunis yang mengguncang Indonesia di era 1960-an.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: YouTube

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU