Jejak Sejarah Taman Siswa: 6 Sebutan Untuk jenjang Pendidikan Sebelum Ada SD, SMP hingga SMA
INDOZONE.ID - Pendidikan di Indonesia saat ini sudah mulai berkembang lebih maju untuk menyesuaikan kondisi sekarang. Banyak sekolah negeri maupun swasta yang berlomba-lomba untuk mencetak generasi baru yang diharapkan bisa membanggakan nama Indonesia di lingkup Pendidikan dunia.
Dengan fokus pada pengembangan bakat dan kreativitas, pendidikan modern di Indonesia saat ini berusaha menciptakan individu yang tidak hanya cerdas secara akademis tetapi juga dilatih untuk siap menghadapi tantangan dan peluang di dunia yang terus berubah melalui kreativitas/inovasi baru yang mereka miliki.
Taman Siswa Pelopor Utama Pendidikan Indonesia
Taman Siswa merupakan bidang Pendidikan yang didirikan oleh Ki Hadjar Dewantara pada tanggal 3 Juli 1922. Awalnya Taman Siswa bernama “National Onderwijs Institut Taman Siswa” yang berada di Jogjakarta.
Baca Juga: Ki Hajar Dewantara, Bapak Pendidikan Indonesia: Simak Kisah di Balik Penetapannya
Untuk memajukan Pendidikan di Indonesia Ki Hadjar Dewantara melakukan pembagian-pembagian taman siswa, yaitu:
- Taman Indriya (Taman Kanak-Kanak Taman Siswa) bagi anak-anak yang berumur 5-6 Tahun.
- Taman Anak (kelas I-III) bagi anak-anak berumur 6-7 Tahun –9-10.
- Taman Muda (IV-VI) bagi anak-anak yang berumur 10-11 tahun –12-13 tahun.
- Taman Dewasa (SMP).
- Taman Madya (SMA).
- Taman Guru
Tujuan Ki Hajar Dewantara
Tujuan Ki Hadjar Dewantara dalam membangun pendidikan di Indonesia adalah untuk membebaskan bangsa dari cengkeraman penjajah. Pendidikan yang berlandaskan kebudayaan nasional dipandang mampu mencegah kebodohan.
Baca Juga: Perjuangan Malala Suarakan Akses Pendidikan untuk Wanita Ketika Hadapi Kebrutalan Penembakan Taliban
Sebaliknya, pendidikan pada masa kolonial tidak bertujuan mencerdaskan, melainkan membuat rakyat Indonesia bergantung pada nasib dan bersikap pasif. Keinginan untuk merdeka harus dimulai dengan mempersiapkan kaum bumiputra yang bebas, mandiri, dan pekerja keras.
Oleh karena itu, generasi muda perlu dipersiapkan untuk menjadi bangsa yang mandiri dan sadar akan makna kemerdekaan, sehingga kemerdekaan itu dimiliki oleh individu yang terdidik dan memiliki jiwa yang merdeka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Jurnal Pendidikan IPS