Sabtu, 27 JULI 2024 • 12:55 WIB

Richard Jewell, Sang Pahlawan Kasus Pengeboman Olimpiade Musim Panas 1996

Author

Ilustrasi

INDOZONE.ID - Richard Allensworth Jewell, seorang pria asal Danville, Virginia kelahiran 17 Desember 1962 yang berprofesi sebagai seorang Satpam.

Richard lahir dengan nama Richard White. Namanya itu berasal dari Ayah kandungnya yang bernama Robert Earl White, seorang pekerja di perusahaan otomotif ternama dunia, yaitu Chevrolet.

Ibunya bernama Bobi, seorang pegawai di sebuah perusahaan asuransi.

Kedua orang tuanya Richard bercerai saat ia masih berumur 4 tahun.

Kemudian, ibunya menikah lagi dengan John Jewel, yang sama-sama bekerja di perusahaan asuransi, dan membuat nama Richard berganti menjadi Richard Allensworth Jewell.

Singkat cerita pada pagelaran Olimpiade Musim Panas di Atlanta, Georgia, AS tanggal 27 Juli 1996, Richard melakukan tugasnya sebagai Satpam.

Dia memastikan agar pagelaran olahraga Internasional itu bisa berjalan dengan normal tanpa ada kendala.

Richard dan rekan-rekannya berpencar ke seluruh area Centennial Olympic Park sambil mengawasi acara.

Baca Juga: Unik, Kasus Pembunuhan di Inggris Ini disebabkan oleh Ledakan Kursi Roda

Di saat kondisi pos Satpam sedang sepi, seorang pria datang membawa tas berwarna hijau, dan menyimpan tas tersebut di bawah sebuah kursi. Setelah itu, pria tersebut pun pergi meninggalkan area.

Tak lama kemudian, Richard menjadi Satpam pertama yang datang kembali ke pos. Di saat yang sama, ia melihat tas tersebut dan segera mengamankannya.

Richard langsung melakukan prosedur pengamanan dengan meminta para pengunjung yang berada di sekitarnya untuk menjauh.

Kemudian ia segera menghubungi Biro Intelijen Georgia untuk memastikan isi dari tas tersebut.

Selang 13 menit semenjak penemuan tas itu, tiba-tiba tas tersebut meledak, menandakan bahwa isi tas tersebut adalah bom.

Baca Juga: 5 Hewan Mitologi Khas Indonesia, Menjadi Bagian dari Kekayaan Kearifan Lokal Masyarakat

Akibat ledakan bom tadi, satu orang tewas dan melukai 111 lainnya.

Berkat jasa Richard, ia dianggap warga sebagai seorang pahlawan, karena jika ia tidak berada di lokasi, kemungkinan jumlah korbannya akan lebih banyak.

Tiga hari kemudian, Biro Intelijen Federal AS (FBI) malah menangkap Richard karena diduga sebagai "pelaku" yang menyamar sebagai seorang Satpam.

Awak media setempat pun terus-menerus "menggoreng" Richard sembari berupaya menggiring opini publik bahwa Richard adalah "pelaku" dari kejadian pengeboman tersebut.

Baca Juga: Kisah Misteri Raja Inggris, Richard III yang Diduga Membunuh Keponakannya

Merasa tidak bersalah, Richard pun menyewa pengacara dan seorang mantan agen FBI untuk dilakukan pemeriksaan.

Hasilnya, tidak ada bukti apa pun yang memperkuat alasan FBI untuk menangkap dan menuntut Richard sebagai pelaku pengeboman.

Pihak FBI pun secara terang-terangan menyampaikan permohonan maaf di dalam persidangan dan di depan media atas tuduhan yang mereka berikan kepada Richard.

Atas tudingan pencemaran nama baik, Richard pun menuntut balik para awak media yang menyampaikan berita hoax tentang dirinya.

Tuntutan tersebut sukses dimenangkan oleh Richard dan dirinya pun mendapat uang ganti rugi hingga jutaan US Dollar.

Eric Rudolph

Pada 2003, pelaku asli pengeboman di Centennial Olympic Park berhasil ditangkap. Pelaku bernama Eric Rudolph, seorang pria asal Merritt Island, Florida kelahiran 19 September 1966.

Ia adalah anggota kelompok supremasi orang kulit putih dan sempat berprofesi sebagai seorang tukang kayu dan Tentara AS.

Adapun motifnya motifnya, Eric hanya ingin mempermalukan AS di depan mata publik seluruh dunia usai mengesahkan undang-undang yang memperbolehkan tindak aborsi. 

Setelah melakukan pengeboman di Centennial Olympic Park, Eric kembali beraksi dengan melakukan aksi serupa sebanyak 3 kali selama periode 1997-1998.

Baca Juga: 6 Buku Kuno Terlangka dan Paling Misterius di Dunia yang Belum Terpecahkan

Ia melakukan aksi pengeboman terakhirnya di sebuah klinik aborsi di Birmingham, Alabama pada 29 Januari 1998, sebelum akhirnya ditangkap pada 31 Mei 2003.

Atas perbuatannya, Eric dijatuhi vonis penjara seumur hidup.

Kembali ke Richard, ia mulai sering dipanggil oleh media usai dibebaskan dari tuntutan yang diberikan oleh pihak FBI. Bahkan, ia sampai diajak bermain film walaupun hanya sebagai cameo saja.

Baca Juga: 5 Kisah Misterius di Gunung Salak dari Adanya Kerajaan Gaib Hingga Harta Karun Belanda yang Raib

Richard menikah dengan istrinya yang bernama Dana pada tahun 1998. Mereka menetap di sebuah rumah peternakan yang berada di Atlanta.

Richard meninggal dunia pada 29 Agustus 2007 akibat komplikasi serangan jantung dan diabetes tipe 2.

Pada 2001, Richard mendapat penghargaan Grand Marshall di acara Parade Hari Kemerdekaan yang digelar di Carmel, Indiana.

Kisah hidupnya Richard dituangkan ke dalam sebuah film berjudul Richard Jewell yang dirilis pada tahun 2019.

Film tersebut sukses membawa nama aktris Kathy Bates masuk ke dalam nominasi "Aktris Pendukung Terfavorit" di ajang Academy Awards 2019 atas perannya sebagai Bobi Jewell, ibu dari Richard.

Selain film, kasus pengeboman Centennial Olympic Park juga diilustrasikan dalam serial TV Manhunt di tahun 2020.

Baca Juga: Cerita Hotel Angker di Solo: Pertempuran Berdarah dan Penampakan Tentara Jepang

Monumen peringatan atas jasanya Richard Jewell di Centennial Olympic Park

Sebagai bentuk penghormatan kepada Richard, Centennial Olympic Park membangun sebuah monumen peringatan di depan arena GOR.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Wikipedia, Britannica

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU