INDOZONE.ID - Air Conditioner atau yang biasa kenal sebagai AC adalah sebuah peralatan elektrik yang biasa digunakan untuk mendinginkan suhu ruangan. Selain sebagai pendingin suhu, mesin ini juga bisa digunakan untuk mengatur kelembapan udara, sirkulasi dan ventilasi udara serta membersihkan udara dalam ruangan.
Konsep mengenai sistem pendingin udara sudah ditemukan sejak zaman Mesir Kuno, dimana masyarakat Mesir memanfaatkan aliran udara yang masuk diantara celah tembok untuk mendinginkan suhu ruangan.
Memasuki abad ke-16, para ilmuwan mulai mengembangkan campuran senyawa yang terbukti mampu mendinginkan udara. Tak hanya itu, berbagai macam metode pendingin udara pun mulai dikembangkan.
Baca Juga: Vuoristorata, Roller Coaster Tertua di Eropa
Barulah di tanggal 17 Juli 1902, mesin AC pertama di dunia pun berhasil dibuat oleh seorang teknisi asal AS bernama Willis Carrier.
Willis Haviland Carrier adalah seorang teknisi asal Angola, New York, AS kelahiran 26 November 1876. Ia adalah putra dari pasangan Duane Williams Carrier dan Elizabeth R. Haviland.
Willis adalah alumni dari Angola Academy, Buffalo High School dan Cornell University jurusan teknik. Ia bekerja sebagai teknisi riset di perusahaan Buffalo Forge Company. Dari sinilah asal mula mesin AC dimulai.
Dibalik pembuatan mesin AC, Willis tengah melakukan studi kasus tentang masalah kualitas udara di Sackett-Wilhelms Lithographing & Publishing Company, sebuah perusahaan percetakan di kota Brooklyn, New York.
Karena kualitas udara yang buruk inilah yang membuat kualitas cetakan di perusahaan tersebut dinilai kurang baik oleh konsumennya. Akibatnya, ukuran kertas seringkali menyusut atau mengembang, membuat kualitas gambar yang dicetak menjadi jelek.
Untuk memperbaiki kualitas gambarnya, proses pencetakannya sampai diulang sebanyak 4 kali menggunakan kombinasi warna tinta yang berbeda di setiap cetakannya.
Willis pun berhasil memecahkan masalah di perusahaan tersebut sekaligus menobatkan dirinya sebagai penemu mesin AC. Setelah beberapa kali melakukan pengujian di lapangan, Willis pun mematenkan mesin AC buatannya pada 2 Januari 1906.
Baca Juga: Kisah Mumi Tashwinat: Jenazah Anak Pengembala yang Diawetkan Jadi Saksi Suburnya Uan Muhuggiag
Di tahun 1908, Willis resmi mendirikan perusahaannya sendiri yang dinamakan Carrier Air Conditioner Company, selaku anak perusahaan dari tempat kerjanya Willis.
Di tanggal 3 Desember 1911 pada acara meeting tahunan American Society of Mechanical Engineers, Willis merilis sebuah dokumen yang dinilai revolusioner bagi para peserta meeting tersebut.
Dokumen bertajuk "Rational Psychrometric Formulae" tersebut memperkenalkan konsep dari teori kelembapan relatif, kelembapan absolut dan suhu titik embun.
Masuk ke tahun 1914, Willis menjadi editor dari buku "Engineers Hand-book" yang dibuat oleh Buffalo Forge Company. Buku ini menjadi salah satu buku pegangan bagi para teknisi pendingin di seluruh dunia.
Masih di tahun yang sama, karena dampak dari Perang Dunia pertama, Buffalo Forge Company memutuskan untuk membatasi kegiatan produksinya.
Sebagai antisipasi jika perusahaan mengalami kebangkrutan, Willis bersama 7 orang rekannya melakukan patungan hingga dananya mencapai $1.000.000 untuk membangun perusahaan baru yang kini dikenal sebagai Carrier Corporation.
Meski perusahaan tersebut sempat terseok-seok di masa depresi hebat AS, tapi perusahaan tersebut sukses bertahan sampai saat ini.
Atas kontribusinya, Willis mendapat sejumlah penghargaan, mulai dari gelar kehormatan dari Lehigh University, Pennsylvania dan Alfred University, New York, medali ASME dan Frank P. Brown. Willis masuk ke dalam daftar National Inventors Hall of Fame dan Buffalo Science Museum Hall of Fame.
Baca Juga: Ikan Purba Mola Mola Ditemukan di Bali, Miliki Berat 1.000 kg yang Mampu Bikin Kapal Karam
Sepanjang hidupnya, Willis menikah sebanyak 3 kali, dimana alasan dibalik pernikahannya yang banyak ini adalah karena cerai mati.
Willis menikahi istri pertamanya yang bernama Edith Claire Seymour pada 29 Agustus 1902. Pernikahannya dengan Edith hanya dikaruniai 1 orang anak laki-laki saja yang bernama Howard Carter Willis. Sayangnya, umur pernikahan Willis dan Edith hanya berjalan selama 10 tahun saja usai kematian Edith pada 1912.
Willis kemudian menikahi Jennie Tifft Martin pada 16 April 1913, dimana pada pernikahan keduanya ini, Willis mengadopsi 2 anak laki-laki Jennie dari pernikahan sebelumnya, yaitu Vernon dan Earl Gardner Carrier. Umur pernikahannya dengan Jennie menjadi yang paling lama, yaitu 26 tahun. Jennie wafat di tahun 1939.
Baca Juga: Mitos Hewan Kukang di Berbagai Daerah, Sering Digunakan Media Sihir
Terakhir, Willis menikah lagi dengan seorang wanita bernama Elizabeth Marsh Wise pada 7 Februari 1941. Ini adalah pernikahan Willis yang terakhir hingga akhir hayatnya pada 7 Oktober 1950.
Elizabeth pun meninggal dunia setelah Willis. Jenazahnya Willis dan ketiga Istrinya dimakamkan di Forest Lawn Cemetery, Buffalo, New York.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wikipedia, Carrier