Kamis, 11 JULI 2024 • 06:20 WIB

Aeroflot Flight 5143: Kecelakaan Pesawat Paling Mematikan dalam Sejarah Uni Soviet dan Uzbekistan

Author

Ilustrasi

INDOZONE.ID - Di tanggal 10 Juli 1985, pesawat terbang berjenis Tupolev Tu-154B-2 milik maskapai Aeroflot dengan nomor penerbangan 5143 mengalami kecelakaan di kawasan Uchquduq, Uzbekistan. Pesawat ini memiliki jurusan penerbangan dari Qarshi, Uzbekistan ke St. Petersburg, Rusia.

Pesawat ini dikendarai oleh Oleg Pavlovich Belisov, seorang pilot yang kala itu berusia 48 tahun. Yang bertugas sebagai co-pilotnya adalah Anatoly Timofeevich Pozyumsky, yang sama-sama berumur 48 tahun. Ada Garry Nikolaevich Argeev sebagai navigator dan Abduvakhit Sultanovich Mansurov sebagai teknisi penerbangannya. Bersama mereka ada 5 orang pramugari yang ikut dalam penerbangan tersebut.

Pada saat kejadian, pesawat tersebut sedang berada di ketinggian 11,6 kilometer di udara dengan kecepatan 400 km/jam. Untuk kecepatan segitu, pesawat tersebut terhitung sedang mengudara dalam kecepatan rendah. Akibatnya, pesawat pun mengalami guncangan.

Baca Juga: Misteri Alas Ketonggo: Hutan Angker di Ngawi yang Dipercaya Sebagai Tempat Pesugihan

Seharusnya, sang kapten menambahkan kecepatan pesawatnya secara perlahan. Tapi pada kenyataannya, sang kapten malah menarik tuas pengangkat untuk menambah ketinggian pesawat di udara. Akibatnya, mesin pesawat tiba-tiba mogok dan kecepatan pesawat mulai menurun secara drastis.

Sang kapten terus berusaha untuk menyelamatkan pesawatnya, namun usahanya ini berakhir dengan kegagalan, mengakibatkan dirinya, rekannya dan para penumpang pesawat meninggal dunia. Pesawat tersebut sempat berputar-putar di udara sebelum terjatuh ke tanah.

Foto bangkai pesawat

Dalam proses investigasi, black box dari pesawat ini hancur, sehingga pihak berwenang mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi apa penyebab dari jatuhnya pesawat tersebut. Pada akhirnya, pihak berwenang pun meminta bantuan tim psikolog untuk melakukan investigasi dari kejadian itu.

Baca Juga: Mengenal kapal FLIP, Satu-satunya Kapal yang Melaut Secara Vertikal

Menurut tim psikolog, para kru pesawat diduga mengalami kekalahan karena padatnya jadwal penerbangan mereka. Diduga kalau para kru sudah melakukan penerbangan selama 24 jam nonstop sebelum kejadian tersebut.

Pesawat tersebut memiliki 9 orang kru dan mengangkut 191 orang penumpang. Tidak ada satupun baik kru maupun penumpang yang selamat dari peristiwa itu. Dengan begitu, total korban jiwanya berjumlah 200 orang.

Di masa itu, kejadian tersebut menjadi peristiwa kecelakaan pesawat paling mematikan dalam sejarah Uni Soviet. Usai dibubarkannya Uni Soviet, kejadian tersebut kini dinobatkan sebagai peristiwa kecelakaan pesawat paling mematikan di Uzbekistan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Wikipedia, Airdisaster.ru, Aviation Safety Network

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU