Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 30 MEI 2024 • 16:11 WIB

Kasus Pembajakan Pesawat Paling Mematikan yang Motifnya Masih Misteri, Benarkah Teroris Libya atau Keteledoran CIA?

Kasus Pembajakan Pesawat Paling Mematikan yang Motifnya Masih Misteri, Benarkah Teroris Libya atau Keteledoran CIA?Bangkai pesawat Pan Am yang dibajak pada 1988. (Wikipedia)

INDOZONE.ID - Pesawat terbang maskapai Pan Am dengan nomor penerbangan 103 mengalami kecelakaan di wilayah Lockerbie, Skotlandia pada Pada 21 Desember 1988. Pesawat berjenis Boeing 747 ini sedang dalam perjalanan dari Frankfurt, Jerman menuju Detroit, AS.

Dalam hasil penyelidikan kepolisian Skotlandia dan Biro Investigasi Federal AS (FBI), terungkap bahwa kecelakaan pesawat tersebut adalah ulah dari 2 orang teroris asal Libya. Investigasi ini baru terungkap dalam waktu 3 tahun pasca kejadian.

Pada tahun 1991, Abdelbaset al-Megrahi ditangkap usai terbukti menjadi otak dibalik aksi terorisme tersebut. Ia dibebaskan pada Agustus 2009 usai mengidap kanker prostat. Dan pada Mei 2012, Al-Megrahi meninggal dunia.

Di tahun 2003, Muammar Khadafi selaku Presiden Libya bertanggung jawab atas insiden tersebut dengan memberikan santunan kepada keluarga para korban. Saat itu, Khadafi mengaku tidak terlibat dengan aksi terorisme yang dilakukan oleh Al-Megrahi.

Tapi pada tahun 2011, mantan Menteri Kehakiman Libya, Mustafa Abdul Jalil menyebut kalau sebenarnya Khadafi terlibat dalam aksi terorisme itu.

Baca Juga: Cerita Pembajakan Kereta Api Gajayana Tujuan Malang-Jakarta, Pelaku Ternyata Depresi

Info terbaru mengenai kasus ini menyebut kalau Abu Agila Masud diduga sebagai pembuat bom dari aksi terorisme tersebut. Meski sudah ditahan sejak Desember 2022, tapi pada Februari 2023 silam, Abu Agila dinyatakan tidak bersalah.

Rencananya persidangan terhadap Abu Agila akan digelar pada Mei 2025 mendatang.

Kronologi Kejadian

Kasus Pembajakan Pesawat Paling Mematikan yang Motifnya Masih Misteri, Benarkah Teroris Libya atau Keteledoran CIA?Ilustrasi pramugari di pesawat

Pesawat Pan Am penerbangan 103 memulai keberangkatannya dari Bandara Frankfurt, Jerman. Dalam perjalanannya, penerbangan ini sempat berganti pesawat saat transit di Bandara Heathrow, London, Inggris, yang semula menggunakan pesawat Boeing 727, berganti menjadi pesawat Boeing 747.

Pesawat tersebut kembali melanjutkan perjalanannya pada pukul 18:25 waktu setempat dan akan transit lagi di Bandara Internasional John F. Kennedy, New York, AS sebelum tiba di tujuannya di Bandara Metropolitan Detroit, Michigan, AS.

Sekitar pukul 19:00, James B. MacQuarrie selaku pilot pesawat saat kejadian tengah berkomunikasi dengan pihak pengawas penerbangan Skotlandia. Status terakhir pesawat saat itu berada dalam ketinggian 9,4 kilometer dari permukaan Bumi dan kecepatan 580 km/jam.

Baca Juga: Peristiwa Woyla, Pembajakan Pesawat Garuda Indonesia Penerbangan 206 oleh Lima Teroris

Selang beberapa menit kemudian, pihak pengawas tiba-tiba kehilangan kontak dengan pesawat. Mereka sempat mendengar suara ledakan dari kokpit pesawat melalui radio. Bersamaan dengan itu, pesawat Pan Am pun menghilang dari radar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Wikipedia

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kasus Pembajakan Pesawat Paling Mematikan yang Motifnya Masih Misteri, Benarkah Teroris Libya atau Keteledoran CIA?

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!