INDOZONE.ID - Nyawa ribuan orang yang berada di Rumah Sakit Indonesia di Palestina, termasuk pasien dan tenaga medis kini tengah terancam.
Tidak hanya itu, orang-orang yang berada di dalam rumah sakit pun terjebak di dalam rumah sakit yang terletak di Gaza utara itu, sejak Minggu (19/11/2023), saat tentara Israel mulai mengepung dan menyerang secara brutal.
Sampai saat ini, tercatat sebanyak 12 korban jiwa dan ratusan orang terluka karena invasi tersebut. Meski mendapat kecaman dari banyak masyarakat dunia termasuk Indonesia, belum bisa dipastikan kapan Israel akan pergi.
Terkait dengan rumah sakit Indonesia yang turut diserang militer Israel, yuk kita simak sejarah dan beberapa fakta soal Rumah Sakit Indonesia di Palestina.
Sejarah Rumah Sakit Indonesia di Palestina
Rumah Sakit Indonesia di Palestina
1. Dibangun dari Sumbangan Masyarakat Indonesia
Sama seperti namanya, Rumah Sakit Indonesia (RSI) dibangun oleh pemerintah Indonesia yang bekerja sama dengan Tim Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), sebuah organisasi kemanusiaan yang berpusat di Jakarta.
Uniknya, dana pembangunan Rumah Sakit Indonesia ini berasal dari sumbangan masyarakat Indonesia.
Baca Juga: Mayoritas Orang Israel Ternyata Keturunan Eropa yang Migrasi ke Palestina
Nama rumah sakit ini juga menyiratkan pesan, hubungan Indonesia dengan Palestina akan berlangsung dalam jangka waktu panjang.
2. Lama Pembangunan Rumah Sakit Indonesia
Pembangunan RSI sebenarnya telah direncanakan sejak Desember 2008 dan baru terlaksana pada Mei 2011.
Pada tahap pertama, pembangunan rumah sakit yang terletak di Bayt Lahiya, Gaza ini berhasil rampung pada April 2012.
Adapun secara keseluruhan, RSI selesai dibangun pada Februari 2015 dan disahkan pada Desember 2017.
3. MoU Pembangunan Rumah Sakit Indonesia
Sebelum dibangun, tim MER-C yang didampingi sejumlah wartawan dari Indonesia bertemu Menteri Kesehatan Palestina yang saat itu menjabat, dr. Bassim Naim, untuk mengutarakan maksud pembangunan fasilitas kesehatan di Jalur Gaza.
Setelah mendapat sambutan baik dari Palestina, perwakilan MER-C dr Joserizal Jurnalis, Sp.OT atas nama rakyat Indonesia lalu melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Kemenkes Palestina yang diwakili Bassim Naim.
Isi dari MoU itu adalah terkait pembangunan sebuah rumah sakit yang dibiayai dari donasi rakyat Indonesia untuk Palestina.
Fakta Rumah Sakit Indonesia di Palestina
1. Bangunan Rumah Sakit Indonesia di Palestina
RSI memiliki bentuk persegi, dengan empat lantai dan satu lantai dasar (basement). Dengan total dana pembangunan Rp126 miliar, RSI memiliki luas total bangunan mencapai 12.676 meter persegi dan dapat menampung hingga 230 tempat tidur.
Baca Juga: Ramai Dukung Palestina Pakai Emoji, Ini Penjelasan Mengapa Semangka Jadi Simbol Solidaritas Palestina
Sementara luas lahan RSI mencapai 16.261 meter persegi, yang berasal dari wakaf Pemerintah Palestina di Gaza.
2. Alasan Pembangunan Rumah Sakit Indonesia
Beberapa waku lalu, Kementerian Luar Negeri Indonesia, melalui Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal menegaskan kepada pemerintah Israel, bahwa RSI dibangun sepenuhnya untuk tujuan kemanusiaan serta untuk memenuhi kebutuhan layanan kesehatan warga Palestina.
Sehingga, tidak benar jika pembangunan fasilitas kesehatan ini ada kaitannya dengan militan Hamas, seperti yang dituduhkan oleh Israel.
"RS Indonesia saat ini sudah dikelola sepenuhnya oleh otoritas Palestina di Gaza, meskipun dari waktu ke waktu selalu ada relawan Indonesia yang membantu," tegas Iqbal, Selasa (7/11/2023) lalu.
Writer: Putri Surya Ningsih
Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone. Yuk bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Z Creators