INDOZONE.ID - Pada 30 Oktober 1961, Uni Soviet menguji coba sebuah bom nuklir bernama Tsar Bomba. Bom berkekuatan 50 megaton itu jadi peledak terbesar yang pernah diledakkan oleh manusia, baik nuklir maupun non-nuklir.
Latar Belakang Tsar Bomba
Perang Dingin antara Amerika Serikat dan Uni Soviet pada 1961 jadi cikal bakal pembuatan Tsar Bomba. Kedua negara itu bersaing dalam pembuatan senjata militer, salah satunya bom nuklir.
Baca Juga: Sekilas Proyek Manhattan, Kisah Penemuan Bom Nuklir yang Disesali Openheimer dan Timnya
Tsar Bomba dalam bahasa Rusia artinya 'Raja Bom'. Sesuai namanya, bom ini diciptakan untuk menunjukkan taring Uni Soviet dalam persaingan senjata nuklir.
Pembuatan Tsar Bomba
Tsar Bomba dikerjakan secara rahasia oleh tim ahli fisika nuklir Soviet. Mereka membutuhkan 15 minggu menciptakan Tsar Bomba sebelum uji coba.
Tsar Bomba memiliki berat sebesar 27 ton dengan kekuatan ledak 50 megaton.
Uji Coba Tsar Bomba
Pada 30 Oktober 1961 Tsar Bomba selesai dikerjakan. Soviet kemudian memilih kepulauan Novaya Zemlya di Laut Arktik untuk uji coba, guna meminimalisir dampak radiasi.
Tsar Bomba dibawa menggunakan pesawat TU-95 yang merupakan pesawat pengebom terbesar pada masanya.
Tsar Bomba dijatuhkan pada ketinggian 6.000 meter. Detonasi terjadi di ketinggian 4.000 meter di atas permukaan tanah.
Ionisasi dari ledakan menyebabkan gangguan radio komunikasi selama berjam-jam. Parasut digunakan untuk mencegah bom meluncur terlalu cepat.
Ledakan yang mengikuti pengujian ini adalah sesuatu yang tidak pernah terjadi sebelumnya.
Lebih Kuat dari Bom Nuklir Hiroshima dan Nagasaki
Tsar Bomba menjadi peledak terbesar yang pernah diciptakan manusia. Awalnya, Tsar Bomba direncanakan memiliki daya ledak sebesar 100 megaton TNT tetapi dibatalkan karena berdampak luas bagi Atmosfer.
Semua bangunan di desa Severny (baik terbuat dari kayu ataupun bata) yang terletak pada 55 km dari lokasi uji coba ikut hancur.
Gelombang kejut efek Tsar Bomba terasa pada jarak 7000 kilometer. Panel kaca bahkan pecah pada jarak 900 kilometer.
Dampak Global dan Perjanjian Nuklir
Pengujian Tsar Bomba memiliki dampak global yang signifikan. Dunia segera menyadari betapa mengerikannya kekuatan senjata nuklir, dan tekanan internasional meningkat untuk mengendalikan pengujian senjata nuklir. Ini mendorong Amerika Serikat dan Uni Soviet untuk menjajaki perjanjian pembatasan senjata nuklir.
Baca Juga: Tsar Bomba Dijuluki 'Kiamat' dari Rusia: Bom Nuklir Paling Mematikan yang Dibuat Manusia
Hasilnya adalah Perjanjian Larangan Uji Nuklir sebagaimana yang diusulkan oleh Presiden John F. Kennedy pada tahun 1963. Ini merupakan langkah penting dalam membatasi pengujian senjata nuklir dan memulai perjalanan menuju pengurangan senjata nuklir di seluruh dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber