Rekam Jejak Sejarah Kerajaan Indonesia Melalui Lorong Penuh Arca dan Prasasti di Museum Nasional
INDOZONE.ID - Bila kamu berkesempatan mengunjungi Museum Nasional Indonesia yang terletak di jalan Merdeka, Jakarta Pusat, pasti tak asing dengan gedung lama di Museum tersebut. Gedung ini selalu mempesona karena memamerkan ratusan arca dan prasasti dari era kerajaan Indonesia.
Dari gedung lama inilah kita bisa bisa melihat berbagai arca dan prasasti yang merekam histori kejayaan kerajaan di masa lalu. Berbagai jenis arca dan prasasti, mewakili berbagai periode dan budaya di Indonesia.
Dimulai dari arca agama awal di Indonesia, museum ini memiliki berbagai arca Buddha dan arca dewa-dewi Hindu dari berbagai periode dan daerah di Indonesia. Arca-arca ini mencerminkan pengaruh agama-agama tersebut dalam budaya dan seni rupa Indonesia.
Baca Juga: Intip Kamar Tahanan Pangeran Diponegoro di Museum Sejarah Jakarta, Konon Ada Kisah Mistis yang Bikin Merinding
Di salah satu aula bagian depan tak jauh dari loket masuk dan halaman tengah, kamu bisa menemukan sebuah patung arca terbesar yang diperkirakan tingginya lebih dari tiga meter. Patung Arca terbesar itu adalah Arca Bhairawa.
Menurut penjelasan pihak museum, arca ini awalnya ditemukan di kompleks percandian Padang Roco, Dharmasraya, Sumatera Barat, menghadap ke arah timur dan dekat dengan Sungai Batanghari. Dikaitkan dengan fungsi strategis sebagai markah tanah, patung Bhairawa melambangkan gerbang masuk ke pusat pemerintahan Kerajaan Melayu di Sumatera Barat.
Museum ini juga menyimpan arca-arca yang berasal dari masa prasejarah hingga zaman kuno. Beberapa di antaranya adalah arca-arca yang ditemukan dari situs-situs arkeologi seperti Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan lainnya.
Lalu ada kumpulan prasasti yang tersebar di beberapa ruangan. Prasasti atau inskripsi pada batu yang digunakan sebagai catatan sejarah dan peninggalan kebudayaan juga bisa terlihat prasasti terkenal Mulawarman yang terlihat runcing dan satu lainnya pipih.
Salah satu prasasti yang paling mudah dilihat saat memasuki area tersebut adalah Prasasti Kawambang Kulwan. Prasasti ini berisi tentang peresmian desa Kawambang Kulwan menjadi daerah otonom untuk keperluan bangunan suci. Selain itu, ada penyebutan kitab Siwasasana, yaitu kitab hukum untuk para pendeta Siwa. Prasasti yang berasal dari Sendang Kamal, Maospati, Jawa Timur ini menggunakan bahasa dan huruf Jawa kuno.
Museum Nasional juga memiliki sejumlah prasasti dari berbagai era, termasuk prasasti yang ditemukan dari zaman Hindu-Buddha di Indonesia, seperti Prasasti Kedukan Bukit dan Prasasti Kalasan.
Sementara itu, di sepanjang lorongnya di ruangan tengah, museum ini menyimpan berbagai arca batu dan arca-arca perunggu yang berasal dari berbagai zaman dan budaya di Indonesia.
Museum Nasional juga memiliki arca-arca khusus dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Sulawesi. Setiap daerah memiliki ciri khas dan gaya sendiri dalam seni rupa arca mereka.
Selain arca-arca dewa dan tokoh keagamaan, museum ini juga memiliki arca manusia yang menggambarkan kehidupan dan budaya masyarakat pada masa lampau.
Baca Juga: Sejarah Patung Gajah di Depan Museum Nasional, Ternyata Hadiah dari Thailand Ratusan Tahun Lalu
Koleksi arca dan prasasti di Museum Nasional Indonesia memberikan pandangan yang mendalam tentang sejarah, budaya, dan seni rupa Indonesia dari berbagai era dan daerah. Ini adalah tempat yang penting untuk memahami warisan budaya dan kekayaan sejarah Indonesia.
Writer: Victor Median
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Z Creators