INDOZONE.ID - Awal masa pendudukan Jepang di Indonesia pada tahun 1942 ditandai dengan berbagai upaya manipulatif untuk meraih dukungan publik bumiputera.
Salah satu instrumen politik yang paling ikonik adalah pendirian Gerakan 3A. Lewat propaganda ini, Tokyo mencoba memuluskan ambisinya yang begitu menggebu-gebu untuk mencengkeram Indonesia.
Namun, apa sebetulnya tujuan terselubung Jepang menelurkan Gerakan 3A? Simak pembahasan lengkapnya di bawah ini.
Mengenal Apa Itu Gerakan ЗА
Melansir repositori.kemendikdasmen.go.id, Gerakan 3A merupakan propaganda Jepang guna mendapatkan simpati dan dukungan rakyat Indonesia dalam menghadapi sekutu.
Gerakan yang didirikan pada April 1942 ini memiliki tiga semboyan, diantaranya:
- Jepang Cahaya Asia
- Jepang Pelindung Asia
- Jepang Pemimpin Asia
Gerakan ЗA itu dipelopori oleh Kepala Sendenbu, Hitoshi Shimizu. Kemudian, Hitoshi menunjuk seorang tokoh pergerakan nasional, yakni Mr. Syamsudin (Raden Sjamsoeddin) sebagai ketua.
Latar Belakang dan Tujuan Terciptanya Gerakan ЗА
Merujuk pada buku IPS Terpadu Jilid 3A oleh Sri Pujiastuti dkk, kronologi pendudukan ini dipicu oleh hancurnya Pearl Harbor di tangan militer Jepang.
Keberhasilan itu membuat Jepang bergerak cepat mencengkeram kawasan Asia Timur, hingga akhirnya pada 8 Maret 1942, Belanda yang tengah menjajah Indonesia terpaksa tekuk lutut dan menyerahkan kekuasaannya.
Di bawah kendali Tokyo, Indonesia dijadikan pangkalan sumber daya alam dan manusia untuk memenangkan Perang Pasifik.
Menariknya, Jepang menerapkan pendekatan psikologis yang cerdik untuk memikat hati pribumi, salah satunya dengan rutin memutar lagu Indonesia Raya serta pidato-pidato nasionalistik di siaran radio Tokyo.
Jepang juga mengonfirmasi dirinya sebagai saudara tua Indonesia yang datang untuk melepaskan diri dari belenggu penjajahan Belanda. Selain itu, Jepang mengklaim akan menciptakan kemakmuran bersama dalam lingkungan Asia Timur Raya.
Ironisnya, pemerintah Jepang juga membebaskan tokoh-tokoh Indonesia yang diasingkan Belanda, yakni Ir. Soekarno, Moh. Hatta, dan Sutan Syahrir. Kemudian, Jepang juga melarang penggunaan bahasa Belanda dan mengizinkan masyarakat memakai bahasa Indonesia.
Gerakan 3A Bubar pada September 1942
Meskipun dikonsep dengan matang, Gerakan 3A bentukan Jepang resmi dibubarkan pada September 1942 akibat hilangnya efektivitas di lapangan.
Kegagalan propaganda ini disebabkan oleh meningkatnya kesadaran rakyat Indonesia terhadap motif eksploitatif di balik taktik pendekatan Jepang.
Hubungan yang semula harmonis di awal pendudukan akhirnya kandas setelah masyarakat enggan memberikan simpati dan dukungan lagi kepada otoritas Jepang.
Faktor penentu lainnya yang membuat Gerakan 3A gulung tikar adalah adanya konflik internal di kalangan penguasa Jepang sendiri.
Baca juga: Jejak Panjang Gerakan Perempuan Indonesia, dari Kongres 1928 hingga Sarinah
Staf Gunseikan menilai gerakan ini sudah keluar jalur karena menjelma sebagai organisasi massa, padahal fungsi awalnya murni dirancang untuk kepentingan propaganda politik.
Di sisi lain, gerakan ini juga sepi peminat karena dipimpin oleh Mr. Syamsudin. Walau beliau adalah tokoh nasionalis, namanya kurang familier di telinga rakyat Indonesia saat itu.
Nah, itulah pembahasan lengkap seputar Gerakan 3A, mulai dari pengertian, asal-usul, tujuan pembentukan, sampai alasan di balik pembubarannya. Semoga artikel ini bisa menjadi referensi yang bermanfaat untuk kamu pelajari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Kemendikdasmen