Rabu, 15 APRIL 2026 • 20:40 WIB

Urutan Zaman Prasejarah Berdasarkan Arkeologi Lengkap

Author

Urutan Zaman Prasejarah Berdasarkan Arkeologi Lengkap (SciTech Daily)

INDOZONE.ID - Pernahkah kamu membayangkan bagaimana kehidupan manusia sebelum mengenal tulisan, teknologi, bahkan listrik? Pada masa itu, manusia hidup sederhana, mulai dari berburu hingga perlahan belajar bercocok tanam.

Masa tersebut dikenal sebagai zaman prasejarah, yaitu periode ketika manusia belum mengenal sistem tulisan. Untuk memahaminya, para ahli menggunakan ilmu arkeologi melalui peninggalan seperti alat batu, fosil, dan bangunan kuno.

Berdasarkan temuan arkeologi, zaman prasejarah dibagi menjadi beberapa periode. Setiap zaman memiliki ciri khas tersendiri, mulai dari jenis manusia purba hingga hasil kebudayaan yang ditinggalkan, yang semuanya menarik untuk dipelajari.

1. Zaman Batu (Lithikum)

Sesuai namanya, pada masa ini manusia menggunakan batu sebagai bahan utama untuk membuat peralatan sehari-hari. Zaman batu sendiri dibagi lagi menjadi empat tahap evolusi:

a. Zaman Batu Tua (Paleolitikum) – Awal Kehidupan Manusia

Zaman Paleolitikum adalah masa paling awal dalam kehidupan manusia. Manusia purba yang hidup pada masa ini antara lain Pithecanthropus erectus dan Homo soloensis. Mereka hidup nomaden, yaitu berpindah-pindah untuk mencari makanan.

Peninggalan dari masa ini berupa alat-alat batu yang masih kasar, seperti kapak genggam, alat serpih, dan alat dari tulang. Selain itu, ditemukan juga fosil manusia purba yang menjadi bukti kehidupan pada masa tersebut.

Baca juga: Stonehenge Situs Purba Ternama yang Konon Dibangun di Zaman Perunggu

b. Zaman Batu Tengah (Mesolitikum) 

Pada zaman Mesolitikum, manusia mulai berkembang dan tidak sepenuhnya berpindah-pindah. Mereka mulai tinggal sementara di gua-gua atau di tepi pantai. Manusia purba yang hidup pada masa ini adalah Homo sapiens awal.

Peninggalannya antara lain kjokkenmoddinger (tumpukan kulit kerang), abris sous roche (gua tempat tinggal), serta alat-alat batu yang sudah lebih halus. Ini menunjukkan manusia mulai beradaptasi dengan lingkungan.

c. Zaman Batu Muda (Neolitikum)

Di zaman Neolitikum, manusia sudah mulai hidup menetap dan mengenal bercocok tanam. Mereka tidak lagi bergantung sepenuhnya pada alam karena sudah bisa menghasilkan makanan sendiri.

Peninggalan yang ditemukan antara lain kapak persegi dan kapak lonjong. Selain itu, manusia juga mulai membuat gerabah dan mengenal sistem kehidupan sosial.

d. Zaman Batu Besar (Megalitikum) 

Zaman Megalitikum ditandai dengan berkembangnya kepercayaan terhadap roh nenek moyang. Manusia mulai membuat bangunan besar dari batu untuk keperluan upacara.

Peninggalannya sangat khas, seperti menhir (tugu batu), dolmen (meja batu), sarkofagus (peti kubur), dan punden berundak. Hal ini menunjukkan bahwa manusia sudah memiliki budaya dan kepercayaan yang kuat.

Baca juga: Penemuan Pecahan Cincin Batu, Diduga Sebagai Tanda Persahabatan di Zaman Purba

2. Zaman Logam 

Zaman logam adalah masa ketika manusia sudah mampu mengolah logam untuk membuat berbagai alat. Zaman ini menjadi salah satu tonggak penting karena kehidupan manusia semakin maju dibandingkan zaman batu.

Zaman logam dibagi menjadi 3 periode utama, yaitu tembaga, perunggu, dan besi. Masing-masing periode memiliki hasil peninggalan dan persebaran wilayah yang berbeda.

a. Zaman Tembaga

Pada masa ini, manusia mulai menggunakan tembaga untuk membuat alat sederhana. Hasil peninggalannya masih terbatas, seperti perhiasan kecil, alat rumah tangga sederhana, dan benda hias.

Perkembangan zaman tembaga tidak merata di semua wilayah. Di Indonesia sendiri, jejak zaman ini hampir tidak ditemukan, namun banyak berkembang di wilayah seperti Eropa dan Timur Tengah.

b. Zaman Perunggu

Zaman ini menghasilkan banyak peninggalan penting karena manusia sudah bisa mencampur logam tembaga dan timah menjadi perunggu. Hasilnya antara lain nekara (genderang), kapak corong, bejana perunggu, dan perhiasan.

Di Indonesia, peninggalan zaman perunggu cukup banyak ditemukan, terutama di wilayah Sumatera, Jawa, Bali, hingga Kepulauan Nusa Tenggara. Budaya Dongson dari Vietnam juga sangat berpengaruh dalam penyebaran benda-benda perunggu di Indonesia.

c. Zaman Besi

Pada zaman ini, manusia sudah mampu mengolah besi yang lebih kuat dan tahan lama. Hasil peninggalannya berupa alat pertanian seperti cangkul, sabit, senjata seperti tombak, dan mata pisau.

Persebaran zaman besi lebih luas dibanding sebagian besar wilayah Nusantara. Di Indonesia, peninggalannya banyak ditemukan di daerah Gunung Kidul (Yogyakarta), Bogor, dan Jawa Timur. 

Baca juga: Arkeolog Temukan Bukti Keberadaan Gajah Perang Zaman Hannibal di Spanyol

Urutan zaman prasejarah berdasarkan arkeologi menunjukkan perkembangan manusia dari yang sederhana hingga lebih maju. Dimulai dari penggunaan alat batu kasar hingga kemampuan mengolah besi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Nationalgeographic

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU