Erupsi Gunung Agung, Bali, 1963 (Istimewa)
INDOZONE.ID - Gunung telah memiliki nilai religius yang mendalam sejak zaman kuno. Kini, eksistensi puncak gunung pun berkembang menjadi situs ziarah penting yang menghubungkan manusia dengan nilai-nilai spiritualitas peninggalan leluhur.
Sejarah mencatat bagaimana puncak-puncak itu menjadi bagian utama dari banyak agama di dunia. Menurut Times of India, ada lima puncak gunung paling suci di dunia, sebagai berikut:
Gunung Sinai atau Jabal Musa merupakan salah satu puncak paling disakralkan di dunia yang terletak di kawasan Mesir.
Baca juga: Petir Vulkanik Itu Nyata, Ilmuwan Akhirnya Pecahkan Misteri 'Kiamat' dari Gunung Berapi
Keberadaan masjid dan gereja Kristen Ortodoks di puncaknya menegaskan nilai religius yang tinggi bagi berbagai penganut agama.
Situs ini dipercaya secara turun-temurun sebagai lokasi Nabi Musa menerima wahyu berupa Sepuluh Perintah Tuhan.
Selama lebih dari seribu tahun, Gunung Sinai tetap menjadi magnet bagi para peziarah global, menunjukkan bahwa daya tarik spiritualnya tidak pernah pudar oleh waktu.
Bukit Uluru di Red Centre Australia. (Flickr/Leon Kovacic)
Uluru, yang juga dikenal sebagai Ayers Rock, merupakan formasi batu raksasa yang terletak di Northern Territory, Australia.
Monolit ini menjulang setinggi 348 meter, menjadikannya 24 meter lebih tinggi daripada Menara Eiffel di Paris. Bagi suku Aborigin Pitjantjatjara, Uluru merupakan salah satu situs paling suci.
Secara historis, penjelajah Ernest Giles menemukan batu ini pada tahun 1872, yang kemudian diikuti oleh kunjungan pertama orang Eropa setahun setelahnya.
Atas nilai keunikannya, UNESCO menetapkan kawasan ini sebagai Situs Warisan Dunia pada 1987, dan memberikan pengakuan kedua pada 1994 karena signifikansi budaya tradisionalnya yang mendalam.
Letusan Gunung Agung. (Photo/Istimewa)
Indonesia merupakan negara dengan banyak gunung keramat, termasuk Gunung Agung yang berlokasi di Bali.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Times Of India