INDOZONE.ID - Jawa Tengah memang selalu memiliki keindahan yang tak pernah ada habisnya untuk dijelajahi. Di antara hamparan hijaunya perbukitan dan megahnya pegunungan, tersimpan beberapa sejarah yang menarik untuk dibahas sekaligus menyimpan banyak misteri.
Berlokasi di lereng Gunung Lawu, sebuah candi berdiri kokoh dengan arsitektur yang unik, jauh berbeda dari bayangan candi Hindu pada umumnya.
Candi itu bernama Candi Sukuh. Bangunan yang bukan sekadar tumpukan batu kuno biasa, melainkan saksi bisu perjalanan waktu, simbol sebuah peradaban yang berangsur memudar, sekaligus rumah bagi kisah-kisah filosofis yang mungkin belum banyak kamu tahu.
Baca juga: Tahukah Kamu? Candi Borobudur Pernah Hilang dari Perhatian Dunia
Lantas, apa saja kearifan lokal dan fakta menarik tentang Candi Sukuh? Simak ulasannya berikut ini!
Candi Sukuh menawarkan anomali arsitektur yang menarik dibandingkan struktur Hindu klasik seperti Prambanan.
Dengan bentuk trapesium bertingkat, candi ini justru merefleksikan kembali gaya punden berundak dari tradisi megalitik asli Nusantara.
Kesan unik semakin terasa berkat kemiripan bentuknya dengan struktur piramida di Amerika Tengah dan Peru, seperti peninggalan suku Maya dan Inca.
Sebagai salah satu candi paling unik di Indonesia, Candi Sukuh menjadi representasi nyata dari kebangkitan kembali elemen lokal di atas dominasi gaya arsitektur Hindu-India.
Keunikan Candi Sukuh yang paling menonjol sekaligus sering memicu diskusi adalah visualisasi tema seksualitas yang sangat eksplisit pada relief dan arcanya.
Di lantai gapura, pengunjung akan menjumpai pahatan lingga dan yoni yang saling berhadapan, serta arca-arca dengan anatomi yang digambarkan secara lugas.
Meski terlihat provokatif bagi mata modern, karya-karya ini sama sekali tidak bermakna pornografis. Simbolisme lingga dan yoni sejatinya merepresentasikan energi kesuburan, asal-usul kehidupan, dan doa bagi keberlanjutan generasi.
Secara spiritual, relief tersebut berfungsi sebagai media penyucian diri bagi siapa pun yang melintasinya.
Selain itu, terdapat pula fragmen kisah Bima Suci yang menyiratkan perjalanan batin manusia menuju kemurnian spiritual.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Traveloka