Sabtu, 18 APRIL 2026 • 07:45 WIB

Sejarah Penemuan Virus: Kisah Tobacco Mosaic Virus yang Mengubah Dunia Sains

Author

ilustrasi Virus ((Scienceinfo/Gizmodo).)

INDOZONE.ID - Sejak lama manusia bingung menghadapi penyakit yang menyerang tanaman, hewan, dan manusia. Penyebabnya sering tidak terlihat dengan mikroskop biasa, sehingga sulit dipahami oleh para ilmuwan pada masa itu.

Salah satu kasus penting terjadi pada tanaman tembakau yang daunnya berubah warna menjadi bercak-bercak seperti mosaik. Kondisi ini membuat tanaman tumbuh tidak normal dan merugikan banyak petani.

Dari penelitian penyakit ini, ilmuwan menemukan agen penyebab yang lebih kecil dari bakteri, yaitu virus. Penemuan ini dikenal sebagai Tobacco Mosaic Virus dan menjadi awal berkembangnya ilmu virologi modern di dunia sains.

Awal Munculnya Penyakit pada Tanaman Tembakau

Pada tahun 1886, seorang ilmuwan Jerman bernama Adolf Mayer mengamati penyakit aneh pada daun tembakau yang menyebabkan pola mosaik (bercak-bercak) dan menghambat pertumbuhan.

Mayer mencoba menularkan penyakit tersebut dengan menyemprotkan getah tanaman yang sakit ke tanaman sehat. Hasilnya, tanaman sehat tersebut ikut jatuh sakit.

Mayer menyimpulkan bahwa penyakit ini bersifat menular, tetapi ia tidak berhasil menemukan bakteri penyebabnya meskipun menggunakan mikroskop tercanggih saat itu. Ia menduga penyebabnya adalah bakteri yang sangat kecil.

Baca juga: Peneliti Temukan Bahwa Virus Flu Biasa Berasal Lebih dari 700.000 Tahun Lalu!

Penelitian Dmitri Ivanovsky

Pada tahun 1892, ilmuwan Rusia Dmitri Ivanovsky mencoba memecahkan teka-teki dari penelitian Mayer. Ia menggunakan Saringan Chamberland, yaitu filter porselen dengan pori-pori sangat kecil yang biasanya mampu menyaring bakteri.

Namun hasilnya mengejutkan, getah tanaman tetap menularkan penyakit meski sudah disaring. Ivanovsky mengira filter rusak atau ada racun dari bakteri, bukan menemukan entitas baru.

Penemuan Martinus Beijerinck

Enam tahun kemudian (1898), ilmuwan Belanda Martinus Beijerinck melakukan percobaan serupa. Ia menyimpulkan bahwa agen ini bukan sekadar racun, karena dapat memperbanyak diri di dalam jaringan tanaman hidup.

Beijerinck menyebutnya contagium vivum fluidum atau cairan hidup yang menular, lalu memakai istilah “virus” untuk membedakannya dari bakteri. Inilah awal pengakuan virus dalam sains.

Wendell Stanley dan Bukti Nyata Keberadaan Virus

Meskipun keberadaan virus sudah diketahui sebelumnya, bentuknya masih menjadi misteri hingga tahun 1935. Ilmuwan Amerika bernama Wendell Stanley berhasil membuat terobosan besar dengan mengkristalkan Tobacco Mosaic Virus (TMV) untuk pertama kalinya.

Dari penelitiannya, Stanley menemukan bahwa virus tersusun dari protein dan materi genetik. Uniknya, virus ini bisa berubah seperti kristal benda mati saat berada di luar sel inangnya, sehingga membuat para ilmuwan semakin penasaran.

Penemuan ini sangat mengejutkan dunia sains karena mengaburkan batas antara makhluk hidup dan benda mati. Atas pencapaiannya, Wendell Stanley kemudian dianugerahi Hadiah Nobel Kimia pada tahun 1946.

Baca juga: 4 Virus yang Diprediksi Membantai Manusia di 2050, Meningkat 12 Kali Lipat Akibat Perubahan Iklim

Tobacco Mosaic Virus adalah salah satu penemuan paling bersejarah dalam dunia sains. Dari penyakit sederhana pada tanaman tembakau, para ilmuwan berhasil menemukan konsep virus yang mengubah cara manusia memahami penyakit.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Live Science

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU