INDOZONE.ID - Tanggal 19 Maret tahun ini diperingati oleh umat Hindu di seluruh Indonesia sebagai Hari Raya Nyepi. Nah, tentunya ada banyak pantangan saat Nyepi atau aturan yang perlu diketahui.
Hari Raya Nyepi adalah perayaan Tahun Baru Hindu berdasarkan kalender Saka yang dimulai sejak tahun 78 Masehi di India, ditandai dengan kesunyian total (sipeng) untuk penyucian diri (bhuana alit) dan alam semesta (bhuana agung).
Nyepi dirayakan setiap sasih Kesanga (bulan kesembilan) untuk memperingati kebangkitan, toleransi, dan perdamaian.
Sejarah Nyepi
Mengutip situs mmc2.kalteng.go.id, Nyepi berasal dari India Kuno, di mana suku-suku (Saka, Yueh-chi, dll.) sering berkonflik. Raja Kanishka I dari bangsa Saka berhasil mempersatukan mereka dan memulai kalender Saka pada tahun 78 Masehi. Perayaan ini awalnya dirayakan dengan cara bertapa dan meditasi untuk mengakhiri perselisihan.
Baca juga: Mengenal Sejarah dan Makna Tradisi Perayaan Hari Raya Nyepi
Penanggalan Saka dibawa oleh pendeta dan pedagang India ke Nusantara, yang kemudian berakulturasi dengan budaya lokal, khususnya di Bali, dan dirayakan sebagai Tahun Baru Saka.
Nyepi bertujuan memohon kepada Tuhan (Ida Sang Hyang Widhi Wasa) untuk menyucikan alam manusia dan alam semesta, sekaligus mengistirahatkan bumi dari aktivitas manusia.
Empat Pantangan Utama Saat Nyepi
Ternyata ada empat pantangan utama buat mereka yang menjalani Hari Raya Nyepi. Pantangan ini ditujukan untuk mereka yang beragama Hindu. Hal ini biasanya disebut dengan Catur Brata saat Nyepi.
1. Amati Geni (Jangan Menyalakan Api/Lampu)
Pantangan pertama buat yang menyalakan api dan lampu. Termasuk, api di lilin dan lampu yang ada di balkon rumah. Nyalakan saja satu atau dua lampu kamar, tapi usahakan agar tidak terlau terang atau tampak dari luar.
2. Amati Karya (Jangan Bekerja atau Beraktivitas)
Pantangan berikutnya adalah jangan beraktivitas atau melakukan aktivitas fisik.
Baca juga: Mengungkap Sejarah dan Makna Hari Raya Nyepi
3. Amati Lelungan (Jangan keluar rumah)
Kamu diharuskan untuk tidak boleh jalan-jalan ke luar dan tetap tinggal di rumah atau penginapan selama perayaan berlangsung.
Jika melanggar, siap-siap diamankan oleh petugas keamanan adat yang berpatroli saat Nyepi.
4. Amati Lelalungan (Tidak bersenang-senang)
Dilarang mencari hiburan, mendengarkan musik keras, menonton TV, berisik, atau menggunakan internet/data seluler.
Apa yang Tidak Boleh Dilakukan Selama Nyepi?
Selain empat larangan dan pantangan utama di atas, berikut ini adalah beberapa larangan yang juga diharapkan tidka dilakukan. Khususnya kamu yang sedang ke Bali untuk berlibur, jangan lakukan pantangan ini.
Jangan Berisik
Untuk menghormati suasana yang tenang, kamu tidak boleh bersuara atau memasang volume terlalu keras, seperti menyalakan TV atau memainkan musik dengan volume yang kencang.
Kamu tetap diperbolehkan melakukan kegiatan tersebut asal dengan tingkat suara yang rendah.
Jangan Menggunakan Kendaraan
Semua kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, dilarang beroperasi selama Nyepi kecuali untuk keadaan darurat seperti ambulans.
Jalan-jalan di Bali akan tampak kosong tanpa aktivitas kendaraan, menciptakan suasana yang benar-benar hening dan damai.
Baca juga: Sejarah Zaman Jahiliyah Sebelum Islam dan Pengertiannya, Termasuk Jenis-jenisnya
Ilustrasi pantangan dan larangan Nyepi
Jangan Selfie dan Menggugah Foto Selfie
Peraturan untuk tidak selfie di jalan, merekam kegiatan Nyepi, dan mengunggahnya ke media sosial sudah disosialisasikan oleh pemerintah setempat.
Kegiatan ini dianggap melanggar larangan Catur Brata di antaranya 'amati geni' (tidak boleh menyalakan api atau lampu) dan 'amati lelanguan' (tidak boleh melakukan kegiatan hiburan). Jika ada yang melanggar peraturan ini akan ditindak tegas oleh desa adat setempat.
Aturan bagi Wisatawan Saat Nyepi
Ada beberapa aturan yang juga perlu diperhatikan untuk para wisatawan yang sedang berkunjung ke Bali di saat perayaan Hari Nyepi.
Jangan Melakukan Reservasi
Urungkan niat kamu yang ingin mereservasi hotel pada Hari Nyepi. Ini dikarenakan semua operasional wisata dan transportasi ditiadakan menuju hari Nyepi.
Lagipula, pariwisata Bali juga meniadakan tiket reservasi pada tanggal Hari Nyepi.
Baca juga: 5 Fakta Unik Hari Raya Galungan, Peringatan Deepawali yang Hanya Dirayakan Umat Hindu Bali
Jangan Melakukan Aktivitas Hiburan atau Wisata
Hari Raya Nyepi bukanlah waktu untuk berlibur atau berwisata. Semua tempat wisata, restoran, dan pusat perbelanjaan akan tutup. Pantai dan tempat umum lainnya juga tidak boleh dikunjungi.
Oleh karena itu, sebaiknya siapkan kebutuhan makanan dan kebutuhan pribadi sebelumnya agar Anda tidak perlu keluar rumah.
Mengabaikan Aturan dan Tidak Menghormati Tradisi
Menghormati budaya dan kepercayaan masyarakat setempat adalah hal yang sangat penting. Mengabaikan aturan Nyepi, seperti sengaja melanggar larangan yang ada, dapat dianggap tidak sopan dan menyinggung masyarakat Bali.
Jika Anda seorang wisatawan, tunjukkan rasa hormat dengan mengikuti aturan yang berlaku.
Nah, itulah beberapa pantangan saat Hari Raya Nyepi dan beberapa aturan lain yang perlu diperhatikan di saat Hari Raya Nyepi. Semoga informasi ini membantu buat kamu yang akan pergi ke kawasan yang sedang merayakan Hari Raya Nyepi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Mmc2.kalteng.go.id