Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 03 JANUARI 2023 • 16:15 WIB

5 Fakta Unik Hari Raya Galungan, Peringatan Deepawali yang Hanya Dirayakan Umat Hindu Bali

5 Fakta Unik Hari Raya Galungan, Peringatan Deepawali yang Hanya Dirayakan Umat Hindu BaliHari Raya Galungan di Bali (pubinfo.id)

Umat Hindu di Indonesia, khususnya yang ada di Bali merayakan Hari Raya Galungan untuk memperingati terciptanya alam semesta beserta isinya.

Hari raya ini diperingati setiap enam bulan Bali (210 hari), yakni pada hari Budha Kliwon Dungulan atau Rabu Kliwon wuku Dungulan. 

Tahun 2023 ini, Hari Raya Galungan Galungan jatuh pada tanggal 4 Januari dan 2 Agustus. Perayaannya dimulai dengan upacara sejak pagi dari persembahyangan di rumah masing-masing hingga ke pura. 

Fakta Unik Hari Raya Galungan

Hari Raya Galungan di Bali (pubinfo.id)

Selain itu, ada juga beberapa fakta unik dari Hari Raya Galungan yang diperingati umat Hindu Bali, yuk simak!

Baca juga: Puasa Ekadashi, Ritual Penebus Dosa yang Dilakukan Umat Hindu kepada Dewa Wisnu

1. Dirayakan Setiap 210 Hari Sekali

Hari Raya Galungan di Bali (seacircus-bali.com)

Hari raya Galungan dirayakan oleh umat Hindu Bali setiap 210 hari sekali. Perhitungannya dilakukan dengan menggunakan perhitungan kalender Bali yaitu pada hari Budha Kliwon Dungulan (Rabu Kliwon wuku Dungulan) sebagai hari kemenangan Dharma (kebenaran) melawan Adharma (kejahatan).

2. Hanya Dirayakan di Bali

Hari Raya Galungan di Bali (ANTARA FOTO/Ismar Patrizk)

Dari seluruh dunia, hanya umat Hindu di Bali yang merayakan Hari Raya Galungan. Di India tradisi seperti ini dikenal Deepawali (Festival Cahaya).

3. Dirayakan Turun-temurun

Hari Raya Galungan di Bali (ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo)

Hari Suci Galungan dirayakan umat Hindu secara turun-temurun sejak abad ke-8 Masehi, begitu juga dengan Kuningan.

Dikutip dari buku Sejarah Terlengkap Agama-Agama di Dunia karya M. Ali Imron (2015:98), sejarah Hari Raya Galungan pertama kali dirayakan pada malam purnama di tanggal 15, tahun aka 804 atau 882 Masehi yang kemudian berhenti diadakan kembali.

4. Kemenangan atas Kejahatan

Hari Raya Galungan di Bali (nowbali.co.id)

Hari Raya Galungan dan Kuningan itu sendiri oleh umat Hindu dipercaya sebagai hari kemenangan dharma (kebaikan) melawan adharma (kejahatan).

Baca juga: Ketahui, Ada 4 Hal yang Dilarang Umat Hindu Dilakukan pada saat Perayaan Nyepi

Pada momen inilah umat diharapkan dapat menyatukan kekuatan rohaninya agar mendapat ketenangan pikiran dan kebaikan.

5. Dirayakan dengan Menyembelih Babi

Hari Raya Galungan di Bali (egrafis.com)

Sebelum memasuki perayaan Galungan, umat Hindu biasanya melakukan penampahan atau menyembelih babi. Hal ini dilakukan sebagai persembahan dan wujud syukur.

Selain itu, perayaan Galungan juga identik dengan kuliner tradisional wajib, seperti kuliner lawar, nasi kuning, hingga tape ketan.
 

 

 

Artikel Menarik Lainnya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

5 Fakta Unik Hari Raya Galungan, Peringatan Deepawali yang Hanya Dirayakan Umat Hindu Bali

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!