INDOZONE.ID - Mungkin kata 'jahiliyah' ayau zaman jahiliyah sering terdengar tak asing buat umat muslim, lantaran istilah sering terdengar saat ada cerita tentang zaman Rasulullah Muhammad SAW.
Namun, sebenarnya apa sih pengertian dari jahiliyah atau zaman jahiliyah itu sendiri? Lalu ada berapa jenis jahiliyah tersebut?
Berikut ini adalah beberapa penjelasan tentang jahiliyah dan zaman jahiliyah tersebut, mulai dari pengertian, rentang waktunya sehingga kondisi sosial di zaman jahiliyah dan masih banyak lagi lainnya.
Zaman Jahiliyah adalah...
Pengertian dari istilah zaman Jahiliyah adalah zaman kebodohan di jazirah Arab. Kebodohan di sini adalah bagaimana situasi saat itu, masyarakat tak tahu norma mana yang benar dan hukum, hanya mengikuti tradisi tanpa ilmu dari apa yang mereka lakukan.
Baca juga: Mengapa Malam Jumat disebut Malam Sunnah Rasul? Ini Penjelasannya
Zaman jahiliyah merupakan kondisi masyarakat Arab sebelum Nabi Muhammad Saw diutus menjadi Rasul.
Mengapa Disebut Zaman Jahiliyah?
Di zaman Jahiliyah itu, kebodohan dan berbagai hal buruk yang jauh dari pedoman moral ketuhanan dan menodai nilai kemanusiaan tersebar. Masyarakat Arab saat itu melakukan banyak kegiatan maksiat yang buruk dan merugikan bangsanya sendiri.
Ibarat kata, mereka hanya hidup seadanya tanpa punya pegangan hukum apapun, yang diikuti hanya tradisi turun temurun, kendati tradisi tersebut sangat buruk.
Mengapa Masa Sebelum Nabi Disebut Jahiliyah?
Masa jahiliyah terjadi lantaran belum ada sosok Rosul yang memberikan contoh dan adab yang bisa memperbaiki mereka. Ketikan Rosulullah Muhammad SAW datang dan menerima wahyu dari Allah, rosul mulai menyebarkan ajaran atau wahyu tersebut yang berisi hukum dan aturan hidup dari segala aspek.
Sehingga berangsur, para pengikutnya yang mengikutinya mulai mengikuti anjuran dan melaksanakan perintah Al Quran dan menjauhi larangannya.
Baca juga: Sejarah Masuknya Islam ke China dan Peran Tokoh Muslim di Dinasti Ming
Kondisi Sosial dan Budaya Arab Pra-Islam
Masyarakat Arab pra-Islam memiliki karakter positif namun terkikis oleh kebiasaan buruk seperti minum minuman keras, berzina, dan berjudi.
Mereka memperlakukan perempuan dengan sangat rendah haknya dan sering mengubur anak perempuan hidup-hidup. Sistem perbudayaan berlaku tanpa hak asasi manusia.
Kebudayaan tertinggi mereka adalah seni puisi yang dihargai tinggi, dengan penyair memiliki pengaruh
4 Jenis Jahiliyah dalam Islam
Mengutip situs Muhammadiyah, ada empat jenis atau ciri tentang jahiliyah dalam pandangan Islamd.
1. Zannal-jahiliyah
Ciri pertama, adalah distorsi epistemologis atau kerancuan cara berpikir. Hal ini disebutkan Allah dalam Surat Ali Imran ayat 154, terkait makna ẓannal-jāhiliyyah atau prasangka Jahiliyah.
Contoh dari prasangka Jahiliyah ini, kata dia juga merebak dalam berbagai sikap permisif di masyarakat Islam seperti menganggap kalau seks bebas itu boleh asal suka sama suka, homoseks perlu dilegalkan demi menjaga hak asasi manusia, hingga agama apapun hakikatnya sama demi menjaga koeksistensi.
2. Hukmul Jahiliyah
Jenis kedua adalah hukmul Jahiliyah atau jahiliyah dalam tradisi dan hukum . Alquran menjelaskan dalam Surat Al-Maidah ayat 50.
Baca juga: 5 Arti Mimpi Naik Bus Menurut Pandangan Islam, Pertanda Apa?
Masyarakat yang kuat memakan yang lemah, yang kaya mengeksploitasi yang papa. Itu tradisi masyarakat Arab Jahiliyah. Hukum tidak lagi melahirkan kemaslahatan bagi masyarakat. Tapi hukum dipermainkan. Tajam ke bawah, tumpul ke atas. Itu tradisi jahiliyah, di politik juga sama.
3. Tabbarujal Jahiliyah
Ciri ketiga, adalah jahiliyah dalam aspek kebudayaan (tabbarujal jahiliyah). Alquran menegaskan dalam Surat Al-Ahzab ayat 33.
"Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan (bertingkah laku) seperti orang-orang jahiliah dahulu. Dirikanlah salat, tunaikanlah zakat, dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah hanya hendak menghilangkan dosa darimu, wahai Ahlulbait, dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya."
4. Hammiyatal Jahiliyah
Jenis keempat adalah hammiyatal jahiliyah, atau dalam psikologis dan kepribadian manusia yang arogan. Alquran menjelaskan dalam Surat Al-Fath ayat 26.
Baca juga: Bukan Sekadar Hama, Ini 5 Wabah Belalang Paling Parah Sepanjang Sejarah
Hal ini dikaitkan dengan masalah psikologis kepribadian manusia yang sudah terdistorsi, rusak. Bangunan kepribadian ini rusak. Ada yang disebut dengan rasialisme, fanatisme, dan lain-lain, orang bisa saling merendahkan hanya karena berbeda kelompok, orientasi politik dan perbedaan apapun
Perubahan Setelah Datangnya Islam
Kedatangan Rasulullah SAW mengubah Arab secara drastis, menghapus era Jahiliyah menuju peradaban Islam yang beradab.
Perubahan utama meliputi tauhid (menyembah Allah, bukan berhala), persaudaraan Islam (persatuan Aus & Khazraj), keadilan sosial, penghapusan diskriminasi, serta lahirnya hukum konstitusi pertama (Piagam Madinah) yang mengatur tata negara, hukum, dan ekonomi.
Nah, itulah penjelasan tentang jahiliyah dan zaman jahiliyah yang #kamuharustau.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Muhammadiyah