Minggu, 15 FEBRUARI 2026 • 16:45 WIB

Tutankhamun, Firaun dengan 80 Sendal Emas di Makamnya

Author

Sendal Firaun Tutankhamun. (Dok. Wikimedia Commons.)

INDOZONE.ID - Tutankhamun, Firaun muda Mesir Kuno, ternyata dimakamkan bersama lebih dari 80 pasang sendal.

Bukan cuma terbuat dari emas, sendalnya juga dibuat dari papirus, yakni daun palem, hingga kulit dan batu permata.

Makam Tutankhamun ditemukan pada 1922 dalam kondisi relatif utuh. Ribuan artefak mengelilingi muminya.

Di antara kereta perang dan perhiasan emas, deretan alas kaki tersusun rapi seperti lemari pribadi seorang raja.

Setidaknya 80 pasang alas kaki dikuburkan bersama Tutankhamun. Ada yang sederhana dari serat tumbuhan, ada pula yang mewah dengan emas timbul dan batu permata.

Arkeolog Andre J. Veldmeijer menyebutkan, penelitian menunjukkan bahwa sandal-sandal ini merupakan penanda status yang penting. 

“sandal-sandal ini dikenakan oleh keluarga kerajaan dan para pejabat yang diberi penghargaan oleh raja sendiri. Kita belum tahu mengapa sandal-sandal yang tampaknya sederhana ini, yang terbuat dari bahan yang tidak terlalu mahal, sangat dihargai,” ungkapnya mengutip ZMEScience.

Sendal Firaun Tutankhamun. (Dok. Wikimedia Commons.)

Baca juga: Firaun Muda Alias Raja Tutankhamun Pakai Narkoba? Begini Fakta yang Baru Terungkap

Baca juga: Mengenal Hatshepsut, Firaun Perempuan yang Terlupakan dari Peradaban Mesir Kuno

Di Mesir kuno, sendal bukan sekadar pelindung kaki. Orang biasa sering berjalan tanpa alas.

Sementara itu, alas kaki menjadi simbol kelas sosial dan otoritas.

Bahkan sendal emas yang diletakkan langsung di atas mumi tetap meniru detail jahitan seperti versi kulitnya.

Pola jahitannya direproduksi dalam relief emas, seolah menegaskan bahwa fungsi dan simbolisme sama pentingnya.

Motif Musuh di Bawah Telapak Kaki Firaun

Beberapa pasang sendal Tutankhamun punya desain yang tidak biasa. Di bagian dalam solnya tergambar tawanan yang terikat, mewakili motif tradisional “Sembilan Busur”, simbol musuh-musuh Mesir.

Deskripsi museum menjelaskan bahwa gambar tersebut “ditempatkan sedemikian rupa sehingga kaki raja menginjaknya, mewujudkan penginjakkan musuh-musuh Mesir oleh raja.”

Setiap langkah Firaun secara simbolis berarti mengalahkan musuh. Di sini, alas kaki berubah menjadi alat propaganda politik dan spiritual.

Ahli Mesir Kuno, Salima Ikram, mencatat, pada beberapa sepatu Tutankhamun, mereka menggunakan potongan emas, kulit pohon birch, tulang.

“Mungkin bahkan tatahan kaca untuk menghias dan menciptakan alas kaki yang mewah dan glamor,” ujarnya.

Dari perspektif modern, koleksi ini terasa seperti wardrobe kerajaan. Namun bagi masyarakat saat itu, benda-benda ini juga punya makna ritual untuk kehidupan setelah mati.

Menariknya, koleksi sendal ini juga memicu pertanyaan soal kondisi fisik Tutankhamun.

Pemindaian CT modern menunjukkan bahwa Firaun muda ini memiliki kelainan pada kaki dan masalah rangka lainnya.

Studi DNA juga mengindikasikan adanya malaria yang mungkin memperburuk kesehatannya.

Beberapa sendal di makam memiliki konfigurasi tali yang tak biasa dibanding alas kaki Mesir lainnya.

“Fitur-fitur ini tidak ditemukan pada alas kaki, sandal, atau sepatu lainnya,” kata Veldmeijer.

Meski begitu, belum ada bukti kuat bahwa pola aus pada sendal menunjukkan cara berjalan yang berbeda.

Bisa jadi desain unik tersebut dipengaruhi budaya asing atau sekadar variasi mode kerajaan yang tak lagi kita kenal.

Pertanyaan lain yang belum terjawab, apakah Tutankhamun benar-benar mengenakan semua sendal itu semasa hidupnya?

Sebagian peneliti menduga beberapa dibuat khusus untuk pemakaman. Seperti makanan, senjata, dan pakaian yang ikut dikuburkan, alas kaki ini mungkin dipersiapkan untuk perjalanan menuju alam baka.

Hari ini, ribuan artefak dari makam tersebut, termasuk sendal-sendal Firaun, dipamerkan di Grand Egyptian Museum. Di sana, publik bisa melihat langsung bagaimana sepasang sendal sederhana mampu menceritakan kisah tentang kekuasaan, kepercayaan, hingga kerentanan seorang raja muda yang hidup lebih dari 3.000 tahun lalu.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Zme Science

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU