Jumat, 13 FEBRUARI 2026 • 16:46 WIB

Kisah Mbak Boncolono: Robin Hood Asal Kediri yang Punya Ilmu Rawaronteki Lawan Penjajahan Belanda

Author

Ilustrasi Mbah Boncolono, pencuri budiman asal Kediri yang melawan prajurit Belanda (Gemini AI)

INDOZONE.ID - Ada sebuah kisah yang melegenda di masyarakat Kediri, Jawa Timur di era penjajahan Belanda. Apalagi kalau bukan kisah Mbah Boncolono yang dianggap memiliki kesaktian di era Hindia Belanda. 

Mengutip dari tulisan di akun Facebook "Sejarah Tanah Jawa', Mbah Boncolono menjadi salah satu tokoh legendadi Kediri, Jawa Timur dan memiliki semua kesaktiannya yang dipergunakan untuk menolong kaum lemah pada masa penjajahan Belanda dulu.

Berikut ada beberapa fakta menarik yang Indozone rangkum. 

Pencuri dermawan berjuluk Maling Gentiri

Di jaman penjajahan Belanda. Masyarakat Kediri hidup dalam kemiskinan dan ketertindasan. Perkonomian dikuasai oleh Belanda dan diperlakukan pajak yang tidak masuk akal. Hasil buminya selalu dirampas jika tidak mau bayar pajak. 

Baca juga: Ajian Cakra Sudarsana: Senjata Sakti yang Lahir dari Keadilan Para Dewa

Untuk makan saja mereka harus membeli kepada Belanda. Padahal itu hasil jerih payah mereka sendiri.

Hal ini menggugah hati Ki Boncolono. Dia marah melihat kelakuan para meneer, ketidakadilan telah mengusik hati Ki Boncolono. Dengan kesaktiannya dibantu oleh Tumenggung Mojoroto dan Tumenggung Poncolono beserta murid-muridnya yang tentu saja sakti-sakti, dia merampok harta para pejabat Belanda. Hasilnya dia bagikan kepada rakyat jelata.

Bagi warga lokal Kediri dia adalah pahlawan, dari cerita turun-temurun masyarakat yang diyakini kebenarannya pada masa penjajahan Belanda dulu.

Memiliki ilmu Pancasona atau Rawarontek

Mbah Boncolono dikisahkan sebagai orang yang memiliki ilmu Pancasona atau Rawarontek. Pemilik ilmu Pancasona dikatakan tidak akan bisa mati kecuali dipenggal kepalanya, dipisahkan dari tubuhnya dan tidak menyentuh tanah.


Belanda merasa geram dan marah. Segala upaya mereka kerahkan untuk meringkus Boncolono. Tetapi usahanya selalu gagal. Setiap terkepung, Boncolono hanya merapatkan diri pada salah satu tiang atau tembok atau pohon dan hilanglah dia. 

Baca juga: Kisah Ajian Semar Nangis: Ketika Cinta Dipaksa, Air Mata Jadi Harga yang Harus Dibayar

Biarpun ditembak, dibunuh juga Ki Boncolono tidak bisa mati, dia bisa hidup lagi ketika tubuhnya menyentuh tanah.

Belanda mengadakan sayembara

Belanda Jengkel dan menggunakan kekuatan "uangnya" untuk meringkus Boncolono. Belanda mengadakan sayembara dengan hadiah yang sangat besar untuk menangkap atau membunuh Ki Boncolono.

Beberapa orang yang tahu kelemahan ilmu Boncolono mendatangai Belanda. Mereka memberi tahu pada para meneer itu kalau Boncolono harus dipenggal, kepala dan tubuhnya harus terpisah dan dikuburkan pada tempat yang terpisahkan.

Kepala terpenggal: badan dan tubuh dikubur ter[isah

Akhirnya setelah membuat rencana dengan bantuan pendekar pribumi, Belanda melaksanakannya dengan cermat. Mbah Boncolono pun ditangkap belanda dengan bantuan pendekar Pribumi.

Tidak jelas pada periode tahun berapa Mbah Boncolono tewas di tangan Belanda. Dalam cerita rakyat, Mbah Boncolono tewas terbunuh dengan kepala terpenggal. Selanjutnya tubuh dan kepalanya pun dikuburkan secara terpisah.

Makam Mbah Boncolono di Kediri (Facebook/Sejarah Tanah Jawa)

Makam Mbah Boncolono

Bagian kepala dimakamkan di lingkungan Ringin Sirah, lokasinya yang sekarang terletak di pusat kota, di belakang gedung pusat perbelanjaan. Persisnya di perempatan jalan, antara Jalan Hayam Wuruk - Jalan Joyo Boyo Kota Kediri.

Baca juga: 'Ajian Tugu Manik Jayakusuma': Ilmu Sakti dari Tanah Jawa yang Bisa Bikin Jiwa Abadi

Pengambilan nama Ringin Sirah karena lokasinya terdapat pohon ringin berdiri kokoh begitu besar, serta istilah sirah dalam bahasa Jawa artinya kepala. Konon diyakini cerita dari turun temurun kepala Mbah Boncolono dikubur di sana.

Sementara untuk jasad tubuhnya disemayamkan di dataran tinggi, tepatnya di atas bukit Gunung Mas Kumambang. Lokasinya masuk ke dalam kawasan wisata Selomangkleng.

Konon kisahnya untuk mengalahkan kesaktian Mbah Boncolono, tubuhnya harus dipisahkan. jika tidak, itu dipercaya akan hidup kembali. Meski begitu, Mbah Boncolono dianggap gugur sebagai kesatria dalam membela rakyat kecil, khususnya di Kediri.

Nah, itulah beberapa fakta menarik tentang Mbah Boncolono yang dianggap sakti saat melawan Belanda.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Facebook

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU