INDOZONE.ID - Ketika membahas Kerajaan Majapahit, nama Gajah Mada kerap muncul sebagai tokoh sentral yang membawa kerajaan ini mencapai puncak kejayaannya. Namun, tidak banyak yang mengetahui bahwa di balik ambisi besar Sumpah Palapa, terdapat sosok laksamana maritim yang berperan penting dalam mengukuhkan kekuatan Majapahit di lautan, yakni Mpu Nala.
Mpu Nala, yang juga dikenal dengan nama Mpu Lembu Nala, merupakan bangsawan Majapahit yang menjabat sebagai panglima angkatan laut sejak masa pemerintahan Tribhuwana Tunggadewi hingga era Raja Hayam Wuruk. Ia tercatat sebagai anggota Dewan Menteri Rakryan Mantri ri Pakira-kiran yang bertugas membantu jalannya pemerintahan. Nama Mpu Nala disebutkan dalam sejumlah sumber sejarah penting, seperti Kakawin Nagarakretagama, Prasasti Prapancasarapura, dan Prasasti Batur, yang menegaskan peran vitalnya dalam kekuatan militer maritim Majapahit.
Baca juga: Candi Sumur: Situs Mini Majapahit yang Menyimpan Misteri Hilangnya Tokoh Penting
Sebagai panglima angkatan laut, Mpu Nala dikenal memiliki keahlian luar biasa di bidang kemaritiman. Berasal dari wilayah pesisir, ia memahami seluk-beluk perairan Nusantara dengan sangat baik. Ia mempelajari teknologi kapal perang peninggalan tentara Mongol dan menemukan sejumlah kelemahan dalam desainnya. Dari sana, Mpu Nala merancang kapal perang baru yang lebih ramping, gesit, dan mampu mengangkut hingga empat kali lipat jumlah pasukan. Kapal-kapal ini dilengkapi dengan meriam cetbang, yang dikenal sebagai salah satu senjata api paling awal di Nusantara dan mampu menghancurkan kapal musuh.
Pada rentang tahun 1339 hingga 1341, Mpu Nala memimpin armada Majapahit dalam ekspedisi penaklukan wilayah Nusantara bagian barat, meliputi Samudra Pasai, Sumatra, Semenanjung Melayu, hingga Kalimantan. Selanjutnya, pada tahun 1343, ia bersama Gajah Mada memimpin ekspedisi besar ke wilayah Nusantara bagian timur, menundukkan Bali, Lombok, Sumbawa, Sulawesi, hingga Dompo.
Dalam strategi militernya, Mpu Nala membagi armada Majapahit ke dalam lima klaster yang ditempatkan di titik-titik strategis perairan Nusantara. Klaster pertama bertugas menjaga wilayah barat Sumatra dan Samudra Hindia. Klaster kedua mengamankan Laut Selatan Jawa. Klaster ketiga bertanggung jawab atas perairan Selat Makassar hingga Maluku. Klaster keempat menjaga Selat Malaka, sementara klaster kelima mengawasi Laut Jawa hingga jalur menuju kepulauan rempah-rempah di Maluku.
Di bawah kepemimpinan Mpu Nala, Majapahit memiliki salah satu angkatan laut terbesar dan terkuat di Asia Tenggara, dengan jumlah personel yang diperkirakan mencapai 40 ribu prajurit laut. Kapal-kapal perang rancangannya dibuat dari kayu berukuran raksasa yang konon berasal dari sebuah pulau rahasia yang hanya diketahui oleh Gajah Mada dan Mpu Nala. Armada ini menjadikan Majapahit sebagai kekuatan maritim yang disegani, bahkan hingga ke wilayah Kekaisaran Tiongkok.
Tak diragukan lagi, kejayaan Majapahit di lautan merupakan buah dari kecerdikan strategi dan kepemimpinan Mpu Nala. Jika Gajah Mada dikenal sebagai tokoh pemersatu Nusantara, maka Mpu Nala adalah figur yang mewujudkan dominasi maritim Majapahit, menjadikannya sebagai salah satu kerajaan terkuat dan paling berpengaruh di Asia Tenggara pada masanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Opac.humaliterasi.id