INDOZONE.ID - India dan Pakistan adalah dua negara bertetangga di Asia Selatan yang sama-sama pernah berada di bawah kekuasaan Inggris. Penjajahan Inggris di India bermula dari aktivitas perdagangan English East India Company (EIC).
Selama masa kolonial, tumbuh kesadaran nasional di kalangan rakyat India yang akhirnya melahirkan Gerakan Kebangsaan India. Gerakan ini membawa India merdeka pada 15 Agustus 1947, disusul Pakistan pada 14 Agustus 1947.
Inggris memberikan kemerdekaan kepada kedua negara setelah muncul konflik agama yang tajam, salah satu faktor yang mendorong lahirnya negara baru, yaitu Pakistan. Namun, pemisahan India dan Pakistan justru membuka babak baru: konflik memanas soal wilayah Kashmir.
Baca juga: Zhou Enlai dan Insiden "Kashmir Princess" 1955: Sabotase yang Mengubah Sejarah
Awal Mula Terjadinya Konflik Kashmir
Konflik bermula ketika masyarakat Muslim di India membentuk Pakistan sebagai negara mayoritas Muslim. Sementara itu, wilayah Kashmir yang berpenduduk mayoritas Muslim justru dipimpin oleh raja Hindu bernama Hari Singh.
Kashmir diberi pilihan untuk bergabung dengan India atau Pakistan. Awalnya, Hari Singh ingin Kashmir berdiri sebagai negara mandiri. Namun pada Oktober 1947, ia memutuskan bergabung dengan India tanpa persetujuan rakyatnya.
Keputusan sepihak itu memicu penolakan besar dari Pakistan dan warga Muslim Kashmir yang menjadi titik awal konflik bersenjata antara kedua negara.
Konflik yang Tak Kunjung Reda
Perang pertama India–Pakistan terjadi pada 1947–1948, diakhiri dengan pembentukan garis gencatan senjata bernama Ceasefire Line. Meski begitu, status Kashmir tetap menjadi wilayah sengketa hingga kini.
Garis batas tersebut membagi wilayah menjadi dua bagian:
- Pakistan Occupied Kashmir (PoK) di barat, termasuk Azad Kashmir, berada di bawah pengawasan Pakistan.
- India Occupied Kashmir (IoK) di timur, meliputi Lembah Kashmir, Jammu, dan Ladakh, dikuasai India.
Konflik kembali pecah pada 1965, di mana Pakistan mengalami kekalahan telak. Kekalahan ini menjadi luka mendalam dan memperburuk hubungan kedua negara.
Konflik Kashmir juga menarik perhatian dunia. Amerika Serikat sempat mendukung Pakistan dengan bantuan senjata, sedangkan Cina ikut terlibat dalam konflik perbatasan dengan India pada 1962, mengklaim wilayah seluas 14.000 mil persegi.
Baca juga: Ketegangan Tak Berujung: Menelusuri Akar dan Ancaman Konflik India-Pakistan
Dampak dari Konflik Kashmir
Konflik berkepanjangan ini membawa dampak besar di berbagai bidang:
1. Politik
Ketegangan antara India dan Pakistan terus berlanjut sejak 1947. Perebutan Kashmir memicu perseteruan diplomatik dan militer yang mendalam. Wilayah ini menjadi simbol ketidakstabilan politik Asia Selatan.
2. Sosial
Warga Kashmir hidup dalam ketakutan akibat bentrokan dan kekerasan yang terus terjadi. Konflik menimbulkan trauma mendalam, mengancam keselamatan, dan merampas hak-hak dasar mereka.
3. Ekonomi
Perang di Kashmir, terutama pada 1965, mengguncang perekonomian kedua negara. Pakistan paling merasakan dampaknya dengan ekonomi yang melemah drastis pasca kekalahan.
Konflik India–Pakistan di Kashmir hingga kini belum menemukan titik akhir. Meski berbagai perjanjian damai telah diupayakan, bayang-bayang perang dan ketegangan masih terus menghantui wilayah tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Uny.ac.id