Kamis, 07 AGUSTUS 2025 • 10:00 WIB

Hubungan Pendidikan Sriwijaya dengan Mancanegara

Author

Candi Muaro Jambi (sumber: Gmaps)

INDOZONE.ID - Pernah dengar soal Indianisasi? Proses ini bukan cuma soal budaya populer India yang sekarang banyak digemari, tapi jejaknya sudah terasa sejak abad pertama Masehi, lho! Di era itu, banyak budaya lokal di Asia Tenggara, termasuk Nusantara yang mulai berbaur dengan pengaruh kuat dari India. Salah satu warisan paling besar? Agama Buddha.

Awal Mula Buddha di Nusantara

Religi Buddha mulai berkembang pesat dan terstruktur di kepulauan Nusantara setelah munculnya Kerajaan Sriwijaya. Gak cuma sebagai kerajaan maritim kuat, Sriwijaya juga jadi pusat pembelajaran Buddha yang sangat dihormati di Asia.

Kunci kekuatan Sriwijaya terletak pada kontrol strategisnya terhadap Selat Malaka, jalur perdagangan super sibuk dari abad ke-5 hingga ke-15 yang dilalui oleh pedagang India, Cina, dan Timur Tengah. Ini jadi pintu masuk utama pertukaran budaya dan ilmu pengetahuan.

Baca juga: Pemberontakan Raden Ronggo: Tantangan terhadap Hegemoni Kerajaan Jawa

Sriwijaya dan Cina: Ketika Para Biksu Melabuh di Sumatra

Salah satu cerita paling terkenal datang dari I-tsing, biksu asal Tiongkok yang memulai perjalanannya ke India demi memperdalam ajaran Buddha. Tapi tahukah kamu, I-tsing justru berhenti dulu di Sriwijaya selama enam bulan?

Dia datang menggunakan kapal Persia dari Guangzhou, dan setibanya di Sriwijaya, ia belajar tata bahasa Sansekerta sebelum lanjut ke Universitas Nalanda di India. Setelah belajar di Nalanda selama 10 tahun dan berhasil mengumpulkan 500.000 ayat Sansekerta, I-tsing gak langsung pulang ke Cina, ia kembali ke Sriwijaya untuk menerjemahkan ayat-ayat itu.

Sejak saat itu, Sriwijaya jadi semacam "kampus transit" bagi para pelajar Buddha dari Cina. Banyak yang belajar Sansekerta di sini dulu sebelum melanjutkan studi ke India. Gak heran, migrasi para biksu dan pelajar ke Sriwijaya pun makin ramai.

Baca juga: Bukan Mitologi! Ini Bukti Kerajaan Jenggala Pernah Berjaya di Sidoarjo

Sriwijaya dan India: Koneksi Spiritual dan Diplomatik

Hubungan Sriwijaya dengan India juga gak kalah erat. Di bawah pemerintahan Balaputradewa, Sriwijaya menjalin relasi diplomatik dengan Kerajaan Pala di India, yang saat itu dipimpin oleh Dewapaladewa. Keduanya punya satu kesamaan: ambisi untuk memperkuat pendidikan Buddha.

Balaputradewa bahkan meminta sebidang tanah di India, tepatnya di Nalanda untuk membangun asrama bagi pelajar asal Sriwijaya. Dewapaladewa pun menyambut baik ide ini karena melihat potensi Sriwijaya sebagai pusat pendidikan Buddha di Asia Tenggara.

Kerja sama itu bukan cuma soal pertukaran pelajar dan guru, tapi juga sampai ke desain arsitektur! Gaya bangunan di kedua wilayah pun saling memengaruhi, menandakan kuatnya pertukaran budaya dan nilai spiritual di antara mereka.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Jstor.org

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU