INDOZONE.ID - Pasca serangan Jepang ke Pearl Harbor, Amerika Serikat langsung mendeklarasikan perang terhadap Jepang. Serangan tersebut membuat Amerika terpacu untuk membalas dengan aksi berani yaitu mengebom Tokyo.
Pilot-Pilot Pemberani dalam Operasi Doolittle
Pada tahun 1942, armada Jepang seperti monster gurita yang perlahan menghancurkan kekuatan Amerika di Samudra Pasifik. Amerika menyadari bahwa mereka membutuhkan serangan balasan yang mampu membangkitkan moral pasukannya dan menunjukkan bahwa Jepang bukanlah sosok yang tak tersentuh.
Rencana pun dibuat yaitu mengebom ibu kota Jepang, Tokyo, menggunakan pesawat pengebom B-25B Mitchell yang akan diterbangkan dari kapal induk USS Hornet.
Baca juga: Indonesia Bisa Jadi Benteng Terakhir Manusia Jika Perang Dunia III Terjadi, Simak Faktanya!
Terbang dari Kapal Induk
Tanggal 18 April 1942, enam belas pesawat B-25B Mitchell lepas landas dari USS Hornet yang berada sekitar 750 mil dari pulau utama Jepang, jauh lebih jauh dari rencana semula, yaitu 400 mil. Perubahan ini terjadi karena kapal penjelajah Amerika mendeteksi keberadaan kapal Jepang di sekitar area tersebut. Demi menjaga misi tetap berjalan, pesawat-pesawat itu terpaksa diterbangkan lebih awal, meski hal ini membuat pendaratan ke lokasi akhir di China menjadi lebih berisiko.
Enam jam kemudian, pesawat-pesawat Amerika berhasil mengebom kawasan industri militer di Tokyo dan beberapa kota besar lainnya. Setelah itu, mereka melanjutkan perjalanan ke China, sementara satu pesawat mendarat di wilayah Soviet.
Baca juga: Meski Kalah di Perang Dunia II, Jepang Kini Jadi Negara Maju: Indonesia Kapan yah?
Hasil Akhir dari Serangan
Dari 16 pesawat, 15 berhasil mendarat di China dan satu di Soviet. Dari 80 awak yang terlibat, tiga gugur dalam aksi, tiga lainnya dieksekusi, dan satu meninggal dalam tahanan Jepang. Serangan ini tidak memberikan dampak signifikan terhadap kekuatan militer Jepang, namun berhasil membangkitkan moral pasukan dan masyarakat Amerika, terutama setelah serangkaian kekalahan di awal perang Pasifik.
Serangan ini juga membuat Jepang sadar bahwa kapal induk Amerika bukan sesuatu yang bisa diremehkan. Sejak saat itu, angkatan laut Jepang mulai fokus menghancurkan kekuatan kapal induk Amerika dalam berbagai pertempuran selanjutnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Defense.gov, Nationalmuseum.af.mil, Afhistory.af.mil