Jauh Sebelum Covid Ternyata Jakarta Pernah Lumpuh oleh Berbagai Wabah, Begini Cara Pemerintah Kolonial Mengatasinya
INDOZONE.ID - batavia" target="_blank" rel="noopener">Batavia (sekarang Jakarta) pernah dilanda krisis" target="_blank" rel="noopener">krisis kesehatan" target="_blank" rel="noopener">kesehatan parah di awal abad ke-20. Wabah penyakit seperti kolera, malaria, dan tifus merajalela.
Pemerintah kolonial Belanda dianggap abai terhadap kesejahteraan warga. Fokus mereka hanya pada ekonomi, bukan pelayanan kesehatan" target="_blank" rel="noopener">kesehatan dasar.
Akibatnya, ribuan orang meninggal sia-sia. Kondisi geografis batavia" target="_blank" rel="noopener">Batavia yang berlumpur dan berawa memperparah situasi.
Sungai-sungai seperti Ciliwung tercemar berat. Masyarakat menjadikannya tempat buang air besar dan sampah, dikenal sebagai tradisi negenuursbloemen (bunga jam sembilan).
Baca juga: Ajian Batara Karang, Kisah Rahasia Kekuatan Majapahit dari Kekuatan Gaib Raden Wijaya
Kanal penuh limbah menjadi tempat berkembang biak nyamuk dan bakteri. Kebiasaan buruk warga mempercepat penyebaran penyakit.
Minimnya sanitasi di pemukiman padat jadi masalah utama. Rumah-rumah tidak memiliki jamban pribadi. Mereka juga mengonsumsi air sungai mentah tanpa dimasak. Polusi udara dari asap dan candu melemahkan kesehatan" target="_blank" rel="noopener">kesehatan pernapasan masyarakat.
Kolera: Penyakit Pembunuh yang Mematikan
Kolera menjadi momok menakutkan sejak 1629. Penyakit ini menyerang pencernaan, menyebabkan diare dan muntah hebat. Korban tewas akibat dehidrasi ekstrem.
Pada 1909 saja, kolera merenggut 6.550 nyawa dalam empat bulan di batavia" target="_blank" rel="noopener">Batavia. Wabahnya datang berulang, terutama saat musim hujan dan banjir.
Pemerintah kolonial lambat merespons wabah tersebut. Baru pada 1910 program vaksinasi massal dimulai. Hasil dari vaksinasi tersebut terbilang efektif, terbukti secara data bahwa kematian warga non-Eropa turun 53,8%, sementara warga Eropa yang divaksin nihil kematian.
Lembaga seperti Institut Pasteur dan Rumah Sakit Cikini memiliki peran yang penting dan vaksin jadi senjata ampuh melawan kolera.
Baca juga: 5 Arti Mimpi Melihat Darah Menurut Primbon Jawa, Bikin Merinding!
Tifus: Silent Killer yang Sulit Dideteksi
Tifus menyebar lewat makanan/air terkontaminasi bakteri. Bahayanya, orang sehat bisa membawa bakteri tanpa gejala.
Sebuah kasus di hotel batavia" target="_blank" rel="noopener">Batavia membuktikan pemiliknya jadi “super-spreader”. Tifus juga banyak menyerang tentara, menyumbang 1,21% kematian militer Hindia Belanda pada rentang tahun 1906 hingga 1916.
Vaksinasi tifus dimulai tahun 1914 yang diawali di lingkungan militer. Infeksi turun dari 11,2% menjadi 5,7%.
Untuk efisiensi, pemerintah menyuntikkan vaksin tifus dan kolera sekaligus ke warga. Cara ini aman dan efektif, mengurangi angka kematian secara drastis.
Malaria: Penyakit yang Muncul dari Rawa dan Nyamuk
Malaria menyebar lewat gigitan nyamuk Anopheles. Kawasan rawa dan tambak di utara batavia" target="_blank" rel="noopener">Batavia jadi episentrum wabah.
Desa-desa seperti Pendjaringan dan Antjol memiliki tingkat infeksi di atas 90%. Masyarakat mencoba pencegahan dengan tanaman kina, namun penelitian membuktikannya bahwa hal tersebut tidak efektif.
Penyebab dari wabah malaria ini diakibatkan dari upaya reklamasi pantai utara batavia" target="_blank" rel="noopener">Batavia gagal total tahun 1919. Pemerintah kota kehabisan dana. Bekas galian yang terbengkalai justru jadi sarang nyamuk baru.
Solusi dari pemerintah kolonial adalah bekas galian tersebut dialihfungsikan menjadi tambak ikan dengan pengawasan yang ketat. Sayangnya, hal ini tidak menyelesaikan akar masalah.
Iklim Tropis Menjadi Penyebab Utama Penyebaran Wabah
Penelitian dokter Belanda mengungkap dampak serius mengenai iklim batavia" target="_blank" rel="noopener">Batavia. Cuaca panas mengurangi fungsi paru-paru dalam menyerap oksigen.
Darah kotor menumpuk di hati, memicu kerusakan organ. Polusi udara dan kebiasaan merokok opium memperburuk kerentanan tubuh terhadap penyakit.
Vaksinasi terbukti jadi solusi efektif. Gaya hidup bersih dan lingkungan sehat adalah salah satu kunci dari pencegahan wabah. Investasi di kesehatan" target="_blank" rel="noopener">kesehatan publik bukan pilihan, tapi sebuah keharusan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Jurnal Sejarah Citra Lekha