INDOZONE.ID - Di tengah malam yang sunyi dan pekat, sebuah cahaya muncul di langit. Bukan bintang, bukan juga kilat.
Tapi sinarnya beda, seperti ada pesan misterius yang ingin disampaikan alam semesta.
Nah benar aja, cahaya itu jadi pertanda lahirnya seorang bayi yang kelak bakal mengubah jalan sejarah umat manusia yaitu Sang Buddha, Siddhartha Gautama.
Ia lahir di Taman Lumbini, di bawah sinar bulan purnama. Kelahirannya disebut-sebut begitu ajaib, dengan langkah-langkah kecilnya yang bagaikan teratai mekar, alam seakan menyambut dengan penuh hormat.
Tapi siapa sangka, bayi mungil ini nanti jadi penerang dunia yang menjadi awal terjadinya perayaan Hari Raya Waisak?
Yuk simak kisah Hari Raya Waisak dilansir dari YouTube @The Sunrise of Java selengkapnya!
Baca Juga: Menyambut Hari Raya Waisak, Berikut Fakta dari Peringatan Trisuci Waisak
Lahir dari keluarga bangsawan, Sidarta hidup dalam kemewahan.
Tapi makin lama, hatinya terusik oleh penderitaan manusia. Lalu, ia memilih untuk keluar dari zona nyamannya.
Meninggalkan istana, kekayaan, dan keluarganya demi satu hal: mencari arti kehidupan dan penyebab penderitaan.
Perjalanannya nggak main-main. Dia bertemu para pertapa, menjalani meditasi ekstrem, bahkan hampir mengorbankan tubuhnya sendiri.
Tapi justru saat ia duduk tenang di bawah pohon Bodhi, tanpa ekspektasi berlebihan, cling! pencerahan datang menghampiri.
Setelah mencapai pencerahan, Buddha nggak simpan ilmunya buat diri sendiri. Ia jalan dari desa ke desa, menyebarkan Dharma, ajaran kebenaran tentang cara mengakhiri penderitaan.
Ajarannya sederhana tapi dalam banget. Tentang bagaimana kita bisa lepas dari kemelekatan dan menemukan kedamaian sejati.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube