Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 07 NOVEMBER 2024 • 06:20 WIB

Kebangkitan dan Keruntuhan Keshogunan di Jepang

Kebangkitan dan Keruntuhan Keshogunan di JepangLukisan Tokugawa Ieyasu, pendiri Keshogunan Tokugawa.

INDOZONE.ID - Pada masa Heian, keluarga Fujiwara merupakan sebuah keluarga aristokrat yang memiliki pengaruh besar terhadap kekaisaran Jepang.

Mereka menguasai peran penting seperti wali (Sessho) atau penasihat kekaisaran (Kampaku) dan sering kali mengendalikan pemerintahan, mengutamakan kekuasaan dan kemakmuran keluarga mereka sendiri.

Hal ini menyebabkan kecemburuan dan kebencian dari kelompok bangsawan lain, serta melemahkan kaisar dalam menjalankan pemerintahan.

Akibatnya, muncul kekacauan yang membuat kaisar berusaha membatasi kekuasaan Fujiwara.

Di bidang sosial-ekonomi, sistem shoen—tanah pribadi yang bebas pajak dan diwariskan turun-temurun—mendorong terbentuknya feodalisme.

Para bangsawan dan biara memiliki tanah luas yang bebas pajak, sementara petani kecil semakin terbebani pajak tinggi.

Banyak petani menyerahkan tanah mereka kepada bangsawan untuk mengurangi beban, yang memperkaya dan memperkuat kekuasaan para daimyo (bangsawan daerah) dibanding pemerintah pusat.

Baca Juga: Oda Nobunaga Tokoh Pemersatu Jepang Era Shogun

Sistem shoen ini membuat banyak wilayah menjadi otonom, layaknya negara dalam negara, dan melemahkan kekuatan pemerintah pusat.

Kondisi ini menjadi dasar bagi munculnya pemerintahan shogun, di mana para daimyo yang kuat akhirnya mengambil alih kekuasaan secara langsung.

Sistem Pemerintahan Shogun di Jepang

Pada era feodal Jepang (1185-1603), sistem pemerintahan menempatkan shogun sebagai pemimpin tertinggi dengan kekuasaan penuh, sementara kaisar hanya berperan sebagai simbol negara.

Sistem ini dimulai oleh Minamoto no Yoritomo, yang mendirikan pemerintahan shogun pertama pada tahun 1192 di Kamakura, dikenal sebagai Kamakura Bakufu.

Pemerintahan shogun memiliki dua divisi utama, yaitu divisi militer (samurai) dan divisi pengadilan atau hukum.

Kaisar memberikan kekuasaan militer kepada para shogun, yang dibantu oleh para daimyo atau tuan tanah, yang telah memiliki tanah secara turun-temurun sejak abad ke-10.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemerintahan Keshogunan Di Jepang Tahun 1192-1867. Edy Supri

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kebangkitan dan Keruntuhan Keshogunan di Jepang

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!