INDOZONE.ID - Monopoly adalah sebuah permainan papan yang bisa dimainkan hingga 4 orang pemain.
Tujuan dari permainan ini adalah untuk memperkaya diri pemainnya dengan membeli tanah dan properti pada petak yang tersedia dalam permainan tersebut.
Selain membeli tanah dan properti, akan ada hadiah dan hukuman yang didapatkan si pemain saat menginjak sebuah petak khusus yang dinamakan "Dana Umum" dan "Kesempatan".
Bahkan, ada sistem penjara di dalam permainan ini yang membuat si pemain kehilangan kesempatannya untuk melanjutkan permainannya sebanyak 2 kali.
Mereka baru bisa bermain lagi usai "dibebaskan" dari penjara.
Baca Juga: Mengungkap Sejarah Paspor: Dari Mesir Kuno hingga Era Digital
Sebelum bermain, pemain akan mendapat sejumlah uang yang hanya bisa digunakan selama permainan berlangsung, di mana uang ini digunakan untuk membeli tanah dan properti yang dimaksud.
Uang ini jumlahnya bisa bertambah jika pemain mendapat hadiah dari petak "Kesempatan" dan "Dana Umum" atau setelah si pemain berhasil melewati garis finish.
Pengurangan jumlah uang tersebut bisa terjadi jika si pemain melakukan pembelian tanah dan properti, mendapat hukuman berupa "denda" atau karena berhenti tepat di atas tanah atau properti orang lain.
Pemain dinyatakan kalah jika mereka sudah kehabisan uangnya akibat bangkrut atau terlilit utang di bank yang ada di dalam permainan. Untuk cara bermainnya sendiri, pemain akan menggerakkan bidaknya menggunakan dadu.
Baca Juga: Kisah Tentara Jepang Berusia 14 Tahun yang Bertugas Kumpulkan Tulang Tahanan untuk Eksperimen
Desain papan permainan The Landlord Game
Permainan ini merupakan penerus dari The Landlord's Game, karyanya Elizabeth Magie. Sebelum Monopoly tercipta, permainan papan dengan konsep serupa pernah dibuat di tahun 1932 dengan nama The Fascinating Game of Finance.
Permainan tersebut sangat populer di Pennsylvania dan New Jersey. Berkat permainan ini, seorang pebisnis bernama Charles Darrow mendapat inspirasi untuk membuat permainan serupa yang kita kenal sebagai Monopoly.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Medium, Wikimedia, Europeana