INDOZONE.ID - Peristiwa ini terjadi di Moideen Badusha Mental Home, sebuah Rumah Sakit Jiwa di Erwadi, Tamil Nadu, India. Kejadiannya sendiri terjadi pada tanggal 6 Agustus 2001.
Di Erwadi, terdapat beberapa Rumah Sakit Jiwa yang terletak bersamaan dengan makam tokoh Islam di India bernama Quthbus Sultan Syed Ibrahim Shaheed Valiyullah. Ia berasal dari Madinah, Arab Saudi dan datang ke India untuk menyebarkan agama Islam.
Masyarakat India percaya kalau air yang berada di wilayah makam tersebut dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Tak hanya air, minyak yang biasa digunakan sebagai sumber lampu petromax disini juga dianggap mujarab.
Baca Juga: Kursha-2: Kota Hantu di Rusia yang Ditinggalkan Setelah Kebakaran Dahsyat
Karena kepercayaan itulah yang membuat wilayah Erwadi dipenuhi oleh beberapa Rumah Sakit Jiwa. Masyarakat percaya kalau pasien gangguan jiwa yang dimasukkan ke sini akan mendapat kesembuhan. Tapi anehnya, metode penyembuhan pasien gangguan jiwa yang digunakan di Erwadi berupa pemasungan, dipecut sampai dipukuli dengan maksud untuk mengusir "setan dalam diri si pasien".
Satu-satunya cara yang paling manusiawi untuk menyembuhkan pasien gangguan jiwa ini adalah dengan cara dihipnotis. Pasien akan dihipnotis sembari diberikan sugesti untuk menyembuhkan penyakitnya.
Menariknya, semua cara tadi tergolong ampuh. Seorang pasien gangguan jiwa yang dimasukkan ke Erwadi akan sembuh paling cepat dalam waktu 2 bulan saja. Tak menutup kemungkinan kalau pasien tersebut bisa sembuh walau harus dirawat selama beberapa tahun.
Baca Juga: Misteri Elisa Bravo, Model Lukisan Naufragio del Joven Daniel yang Hilang Sampai Sekarang
Selain Rumah Sakit Jiwa, di Erwadi juga terdapat beberapa rumah dan tempat penginapan bagi mereka yang datang dari luar kota. Tentunya maksud kedatangan mereka adalah untuk meminta air dan minyak sebagai obat untuk mereka dan keluarganya.
Diduga kebakaran tersebut berasal dari salah satu rumah warga, membuat api tersebut menyebar ke Rumah Sakit Jiwa sekitar titik api. Naasnya, para korban meninggal dalam kejadian tersebut sedang dalam kondisi terikat di atas ranjangnya. Mereka tak sempat dilepas oleh penjaganya yang lebih memilih untuk menyelamatkan dirinya sendiri.
Dari kejadian tersebut, sebanyak 28 orang pasien gangguan jiwa meninggal dunia dan 5 orang lainnya mengalami luka-luka. Sayangnya, Polisi tidak dapat mengidentifikasi semua korban jiwa dalam peristiwa itu.
Akibat kejadian itu, semua Rumah Sakit Jiwa di Erwadi ditutup oleh pemerintah per tanggal 13 Agustus 2001. Kemudian, sebanyak 500 orang pasien gangguan jiwa ditempatkan di sebuah pusat pelayanan khusus yang diawasi langsung oleh pemerintah. Di tahun 2007, pemilik dari Moideen Badusha Mental Home beserta keluarganya mendapat vonis kurungan penjara selama 7 tahun.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wikipedia, Tribune India