Albert Gustaf Dahlman. (Wikipedia)
INDOZONE.ID - Ini adalah kisah tentang Albert Gustaf Dahlman, seorang pria asal Swedia kelahiran 17 Februari 1848.
Ia pernah menjadi seorang tentara yang ditugaskan di wilayah Vastmanland, Swedia. Setelah itu, Albert memutuskan untuk berhenti dan memulai pekerjaan barunya sebagai eksekutor hukuman mati.
Saat proses seleksinya, Albert harus bersaing dengan 200 pelamar lainnya. Beruntung, Albert berhasil mengalahkan mereka dan diterima sebagai eksekutor.
Baca Juga: Di Balik Tradisi Carok Suku Madura: Menyingkap Makna di Balik Duel Berdarah
Albert memulai pekerjaannya sebagai eksekutor pada 5 Agustus 1885. Setelah 2 tahun berlalu, Albert menjadi satu-satunya eksekutor tahanan yang ada di Swedia, usai rekannya yang bernama Per Petter Christiansson Steinceck melakukan emigrasi ke AS.
Sedikit informasi, Petter adalah seorang eksekutor tahanan asal Malmo, Swedia kelahiran 10 Juli 1822. Ia menjadi seorang eksekutor pada usia 39 tahun.
Selama 26 tahun bertugas sebagai eksekutor, Petter sudah melakukan 6 kali proses eksekusi mati. Satu diantaranya dinilai kurang memuaskan dimata para penegak hukum.
Pada 18 Mei 1876, Petter ditugaskan untuk menghukum mati seorang pelaku pembunuhan bernama Konrad Petterson Lundqvist Tector. Saat proses eksekusi dimulai, Petter gagal menebas kepala Konrad dalam sekali tebas. Kepala Konrad baru bisa terlepas setelah tebasan ketiga.
Baca Juga: Viral Semburan Air Setinggi Belasan Meter yang Disertai Munculnya Pelangi di Madura
Nama baik Petter selaku eksekutor sempat tercoreng usai adanya pemberitaan dari pihak media setempat yang menduga kalau saat itu, Petter dalam kondisi mabuk. Tapi untungnya, Petter berhasil membersihkan nama baiknya usai mengeksekusi seorang pelaku pembunuhan bernama Nils Peter Hagstrom pada 29 Maret 1887. Saat itu merupakan proses eksekusi terakhirnya Petter sebelum beremigrasi ke AS.
Di sisi lain, Albert menjadi eksekutor di 6 proses eksekusi mati terakhir di Swedia. Pada 23 November 1910, Albert menjalani tugas terakhirnya sebagai eksekutor sebelum hukuman mati dilarang oleh pemerintah Swedia.
Selama 1 dekade sejak melaksanakan tugas terakhirnya, Albert menikmati masa tenangnya dengan damai. Namun pada suatu hari, Albert tertabrak kereta trem dan membuatnya tak bisa berjalan lagi. Bahkan, kondisinya pun kian memburuk dan berujung pada kematiannya di tanggal 30 Juli 1920.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wikipedia