Penandatanganan Perjanjian Paris yang menandai berakhirnya Revolusi Amerika.
INDOZONE.ID - Dalam catatan sejarah dunia, Revolusi Amerika adalah sebuah peristiwa yang terjadi pada periode 1765-1783 di AS dalam upaya mereka membebaskan diri dari jajahan Britania Raya.
Dalam perjuangannya selama 18 tahun, AS dengan bantuan dari Prancis berhasil memperoleh kemerdekaannya.
Ada banyak sekali momen bersejarah yang terjadi selama masa Revolusi Amerika, termasuk momen yang satu ini. Seperti apa kisahnya? Kita bahas bersama.
Baca Juga: Hari Ini dalam Sejarah: Penandatanganan Perjanjian Paris yang Menandai Berakhirnya Revolusi Amerika
Ini adalah kisah tentang Christopher Seider, seorang anak laki-laki kelahiran tahun 1758 yang merupakan seorang imigran asal Jerman.
Christopher berasal dari keluarga ekonomi menengah ke bawah yang tinggal di Boston, Massachusetts.
Kejadiannya terjadi di tanggal 22 Februari 1770, di mana saat itu Christopher bersama sejumlah warga Boston melakukan aksi protes di depan toko seorang loyalis AS bernama Theophilus Lillie.
Kebetulan, salah seorang prajurit militer bernama Ebenezer Richardson melihat aksi unjuk rasa itu.
Aksi unjuk rasa tersebut dinilai anarkis, para demonstran pun sampai merusak jendela toko dan melukai istri Theo.
Ebenezer pun tidak tinggal diam, Ia menyiapkan senapannya dan mulai menembaki para demonstran.
Sialnya, Christopher yang saat itu masih berumur 11 tahun tewas terkena tembakannya Ebenezer. Kematian Christopher membuat murka para demonstran.
Ia tercatat dalam sejarah AS sebagai korban jiwa pertama di pihak AS selama masa Revolusi Amerika berlangsung.
Karena kematiannya inilah yang menjadi pemicu aksi unjuk rasa berdarah yang terjadi di Boston pada 5 Maret 1770. Peristiwa ini diabadikan sebagai "Boston Massacre".
Boston Massacre.
Jasad Christopher disemayamkan di Granary Burying Ground, Massachusetts. Di sekitar makamnya Christopher, 2.000 orang korban jiwa dari peristiwa Boston Massacre juga dimakamkan di pemakaman yang sama.
Di sisi lain, Ebenezer yang menjadi pelaku penembakan Christopher malah mendapat kenaikan jabatan oleh kerajaan Inggris.
Baca Juga: Kisah Kelam Sejarah Hari Buruh dan Pengaruhnya di Amerika
Ia mengaku kalau aksi penembakan yang dilakukannya adalah upaya mempertahankan dirinya sendiri.
Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone.Yuk bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wikipedia