INDOZONE.ID - Indonesia kini tengah dalam persiapan menuju pelantikan Presiden terbarunya, yaitu Prabowo Subianto. Beliau akan ditemani oleh Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presidennya untuk masa jabatan 2024-2029.
Ngomong-ngomong soal Presiden, kalian tahu nggak sih kalau dalam sejarahnya dunia ada Presiden yang memiliki masa jabatan terpendek di dunia? Seperti apa kisahnya? Kita bahas bersama.
Nama lengkapnya adalah Pedro Jose Domingo de la Caizada Manuel Maria Lascurain Paredes, atau yang lebih dikenal sebagai Pedro Lascurain. Beliau lahir di Mexico City, Meksiko pada tanggal 8 Mei 1856.
Baca Juga: Kisah Richard Lawrence, Penjahat Pertama yang Coba Menghabisi Nyawa Presiden di AS
Keluarga Pedro termasuk ke dalam keluarga yang religius dan kaya. Beliau adalah putra dari pasangan Fransisco Lascurain Icaza dan Ana Paredes Cortes.
Kakeknya adalah Presiden Meksiko ke-15 bernama Mariano Paredes. Masa jabatannya sebagai Presiden Meksiko hanya berlangsung selama 1 tahun saja, dari tahun 1845-1846.
Pada tahun 1880, Pedro berhasil mendapat gelar sarjana hukumnya dari Sekolah Yurispudensi Nasional Mexico City.
Selang sepuluh tahun kemudian, Beliau menikah dengan Maria Enriqueta Flores y Manzanera, putri dari Gubernur Durango saat itu, Juan Manuel Flores.
Pada tahun 1910, karier politik Pedro dimulai dengan menjabat sebagai Walikota Mexico City. Bersamaan dengan itu, Francisco I.
Madero sedang mencalonkan diri sebagai Presiden di Meksiko. Dari sekian banyak jajaran politisi yang mendukungnya, Pedro termasuk salah satu diantaranya.
Pada akhirnya, Madero berhasil terpilih menjadi Presiden Meksiko ke-37 usai mengalahkan Porfirio Diaz dalam Pemilu.
Francisco Madero bersama Pedro Lascurain.
Semasa menjabat sebagai Presiden, Madero melantik Pedro sebagai Menteri Luar Negeri Meksiko selama 2 periode.
Periode pertamanya berlangsung dari 10 April sampai 4 Desember 1912, sementara periode keduanya dimulai dari 15 Januari sampai 19 Februari 1913.
Diantara masa transisinya sebagai Menteri Luar Negeri selama 2 periode, Pedro sempat menjabat kembali sebagai Walikota Mexico City.
Selama masa jabatannya sebagai Menteri Luar Negeri, Pedro bertugas menangani berbagai macam permintaan dari Duta Besar AS untuk Meksiko saat itu, Henry Lane Wilson.
Semuanya berawal di tanggal 19 Februari 1913, saat itu Jenderal Victoriano Huerta sukses melakukan kudeta kepada Presiden Madero beserta Wakil Presiden dan Jaksa Agung saat itu, Jose Maria Pino Suarez dan Adolfo Valles Baca. Saat kudeta terjadi, Pedro sedang dipenjara oleh pasukan pemberontak.
Berdasarkan Konstitusi Meksiko Tahun 1857, ada 4 orang yang berhak naik jabatan menjadi Presiden, diantaranya ada Wakil Presiden, Jaksa Agung, Menteri Luar Negeri dan Menteri Dalam Negeri.
Karena Wakil Presiden dan Jaksa Agung sudah dikudeta, maka Menteri Luar Negeri yang dipilih menjadi Presiden berikutnya.
Dan kebetulan, Pedro lah yang saat itu masih digulingkan dari jabatannya, meskipun dirinya ditangkap oleh para pemberontak.
Akan tetapi, masa jabatannya hanya berlangsung selama 45 menit saja, sebelum akhirnya Dia dilengserkan oleh Huerta. Sejak saat itu, Victoriano Huerta meresmikan dirinya sebagai Presiden Meksiko yang baru.
Usai mendapatkan jabatan sebagai Presiden, Huerta dengan sadis menembak mati Madero dan Pino Suarez.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wikipedia