Ilustrasi tenggelamnya RMS Titanic. (Wikipedia).
INDOZONE.ID - Tenggelamnya RMS Titanic pada 15 April 1912 masih menjadi salah satu tragedi maritim paling terkenal dalam sejarah dunia. Di balik kisah karamnya kapal mewah yang menabrak gunung es di Samudra Atlantik Utara itu, terdapat fakta menarik sekaligus tragis tentang perbedaan tingkat keselamatan antara pria dan wanita.
Berbagai data internasional menunjukkan bahwa wanita memiliki peluang bertahan hidup jauh lebih tinggi dibanding pria. Banyak penelitian dan arsip sejarah menyebut hanya sekitar 19 persen pria penumpang yang selamat, sementara tingkat keselamatan wanita mencapai lebih dari 70 persen.
Perbedaan mencolok ini bukan kebetulan, melainkan berkaitan erat dengan kebijakan evakuasi yang terkenal dengan istilah “women and children first” atau “wanita dan anak-anak terlebih dahulu.”
Berikut fakta tentang tragedi dan kebijakan tersebut yang dikutip dari berbagai sumber, salah satunya dari titanicuniverse.com dan encyclopedia-titanica.org.
Baca juga: Mengenal Alvin, Kapal Selam yang Berjasa Mengeksplorasi Bangkai Titanic
Saat Titanic mulai tenggelam setelah menabrak gunung es pada malam 14 April 1912, awak kapal menerapkan aturan prioritas penyelamatan bagi wanita dan anak-anak untuk naik ke sekoci terlebih dahulu.
Menurut data Encyclopedia Titanica, dari 793 pria penumpang di Titanic, hanya 131 yang berhasil selamat atau sekitar 16,5 persen. Sebaliknya, mayoritas wanita dan anak-anak berhasil dievakuasi lebih dulu ke sekoci penyelamat.
Penelitian lain dari Titanic Universe juga menunjukkan pola serupa. Wanita kelas satu memiliki tingkat keselamatan hingga 97 persen, sementara pria kelas dua hanya sekitar 8 persen.
Kebijakan ini dianggap sebagai bentuk norma sosial dan budaya Inggris pada awal abad ke-20 yang menempatkan pria sebagai pelindung keluarga. Dalam situasi darurat, pria diharapkan mengutamakan keselamatan perempuan dan anak-anak dibanding diri mereka sendiri.
Rahasia misterius yang jarang diketahui tentang Titanic. (Insider)
Salah satu kisah paling terkenal adalah keputusan sejumlah pria kaya untuk tidak mengambil kursi sekoci meskipun memiliki kesempatan.
Baca juga: 5 Fakta Tenggelamnya Kapal Titanic yang Berbeda dari Versi Film. Apa Saja?
Isidor Straus, pemilik department store Macy’s, dilaporkan menolak naik sekoci sebelum semua wanita dan anak-anak diselamatkan. Ia akhirnya meninggal bersama istrinya, Ida Straus, yang memilih tetap mendampingi suaminya.
Hal serupa juga terjadi pada Benjamin Guggenheim yang dikenal tetap mengenakan pakaian formal sambil menunggu kapal tenggelam. Guggenheim bahkan disebut berkata bahwa dirinya ingin “mati sebagai gentleman.”
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Titanicuniverse.com, Encyclopedia-titanica.org