Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 12 MEI 2026 • 14:18 WIB

Fakta Sejarah Perang Diponegoro: Perlawanan Gerilya Sang Pangeran yang Bikin Belanda Bangkrut

Fakta Sejarah Perang Diponegoro: Perlawanan Gerilya Sang Pangeran yang Bikin Belanda BangkrutIlustrasi pangeran diponegoro dan fakta perang DIponegoro (Gemini AI)

INDOZONE.ID - Perang Diponegoro adalah salah satu perang dalam sejarah kemerdekaan Indonesia saat melawan penjajahan Bel;anda di Tanah Jawa. Ada beberapa fakta menarik penting tentang perang yang dipimpin oleh Pangeran Diponegoro tersebut.

Perang Diponegoro atau Perang Jawa (1825–1830) merupakan salah satu perang terbesar dalam sejarah kolonial di Indonesia. Konflik ini bukan sekadar peperangan antara pasukan pribumi melawan pemerintah kolonial Belanda, tetapi juga menjadi simbol perlawanan rakyat Jawa terhadap penindasan politik, ekonomi, dan budaya yang dilakukan kolonialisme.

Berikut ini adalah beberapa fakta sejarah dari Perang Diponegoro yang dikutip dari jurnal di situs library.oapen.org berjudul The Power of Prophecy: Prince Dipanagara and the End of an Old Order in Java, 1785–1855 dan Peter Carey.

Awal Mula Kemarahan Pangeran Diponegoro

Perang tersebut dipimpin oleh Pangeran Diponegoro, putra sulung Sultan Hamengkubuwono III dari Kesultanan Yogyakarta. Meski memiliki darah bangsawan, Diponegoro dikenal lebih dekat dengan kehidupan rakyat biasa dan tumbuh dalam lingkungan religius. Ia juga dikenal kritis terhadap campur tangan Belanda yang semakin besar dalam urusan keraton.

Baca juga: Mengenal Nyi Ageng Serang: Teladan Keberanian Perempuan dalam Perang Diponegoro

Ketegangan mulai meningkat ketika pemerintah kolonial Belanda memperluas pengaruhnya di Yogyakarta. Pajak yang tinggi, praktik korupsi pejabat lokal, hingga penderitaan rakyat akibat tekanan ekonomi membuat situasi sosial semakin tidak stabil. 

Namun, pemicu utama kemarahan Diponegoro terjadi pada 1825 ketika Belanda memasang patok jalan di wilayah Tegalrejo, tanah leluhur sekaligus kawasan makam keluarga Diponegoro.

Bagi masyarakat Jawa saat itu, makam leluhur memiliki nilai sakral yang sangat tinggi. Karena itu, tindakan Belanda dianggap sebagai penghinaan besar terhadap adat, budaya, dan martabat keluarga kerajaan Jawa. Diponegoro yang sejak lama kecewa terhadap kolonialisme akhirnya memilih untuk melakukan perlawanan terbuka.

Menurut sejumlah catatan sejarah, konflik ini tidak hanya dipicu masalah pribadi atau perebutan kekuasaan, melainkan juga dipengaruhi keresahan sosial masyarakat Jawa terhadap dominasi kolonial yang semakin menekan kehidupan mereka.

Perang Besar Dimulai dari Tegalrejo

Perang Diponegoro resmi dimulai pada Juli 1825 ketika pasukan Belanda menyerang kediaman Diponegoro di Tegalrejo. Serangan tersebut memaksa Diponegoro dan para pengikutnya meninggalkan wilayah itu dan berpindah ke Goa Selarong yang kemudian dijadikan markas perjuangan.

Dari tempat itulah perlawanan besar dimulai. Diponegoro berhasil membangun dukungan luas dari masyarakat Jawa. Tidak hanya bangsawan lokal, tetapi juga petani, ulama, santri, dan masyarakat desa ikut bergabung dalam perjuangan tersebut.

Baca juga: Kiai Modjo dan Warisan Nasihat dalam Perlawanan Pangeran Diponegoro

Dukungan rakyat menjadi kekuatan utama Diponegoro. Banyak masyarakat melihat perang ini sebagai perjuangan melawan ketidakadilan dan penindasan Belanda. Faktor religius juga memainkan peran penting karena Diponegoro dianggap sebagai pemimpin yang membawa semangat perjuangan Islam melawan kolonialisme.

Dalam waktu singkat, perlawanan meluas ke berbagai wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta. Jalur perdagangan, pos militer, dan pusat logistik Belanda mulai diserang. Situasi ini membuat pemerintah kolonial kesulitan mengendalikan wilayah Jawa.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Jurnal, Library.oapen.org

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Fakta Sejarah Perang Diponegoro: Perlawanan Gerilya Sang Pangeran yang Bikin Belanda Bangkrut

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!