Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 18 APRIL 2026 • 19:55 WIB

Peninggalan Kerajaan Demak: Sejarah, Fakta, dan Maknanya Lengkap

Peninggalan Kerajaan Demak: Sejarah, Fakta, dan Maknanya LengkapIlustrasi, Peninggalan Kerajaan Demak (Nano Banana)

INDOZONE.ID - Pernahkah Anda membayangkan bagaimana sebuah kerajaan pesisir pada abad ke-15 mampu mengubah lanskap spiritual, budaya, dan politik seluruh Pulau Jawa hanya dalam waktu singkat? Kesultanan Demak tidak hanya menandai berakhirnya era hegemoni peradaban Hindu-Buddha yang diwariskan oleh Majapahit, tetapi juga meletakkan fondasi utama peradaban Islam di Nusantara. Jejak kebesaran peradaban tersebut tidak lenyap ditelan waktu, melainkan terekam kuat melalui berbagai peninggalan Kerajaan Demak yang masih berdiri kokoh dan dirawat hingga saat ini.

Artikel ini akan mengurai sejarah, fakta, fungsi, hingga makna filosofis di balik setiap artefak dan bangunan bersejarah yang diwariskan oleh kerajaan Islam pertama di tanah Jawa ini.

Sejarah Singkat Kerajaan Demak

Sebelum mendalami peninggalannya, penting untuk memahami akar sejarah Kerajaan Demak. Kesultanan ini didirikan pada akhir abad ke-15 (sekitar tahun 1478 atau 1500 Masehi) oleh Raden Patah, yang menurut berbagai Babad Tanah Jawi diyakini sebagai keturunan langsung dari Raja Majapahit, Brawijaya V.

Kemunculan Demak sangat erat kaitannya dengan peran Wali Songo yang menjadikan wilayah pesisir utara Jawa (Glagah Wangi) ini sebagai basis utama penyebaran agama Islam. Setelah Raden Patah wafat, takhta diteruskan oleh Pati Unus (Pangeran Sabrang Lor) yang terkenal dengan keberaniannya menyerang Portugis di Malaka, dan kemudian mencapai puncak kejayaannya di bawah pemerintahan Sultan Trenggana.

"Kesultanan Demak muncul sebagai kekuatan dominan di Jawa, yang tidak hanya mengandalkan kekuatan militer maritim, tetapi juga menjadikan legitimasi agama melalui para Wali sebagai alat pemersatu masyarakat Jawa pasca-Majapahit." Prof. Dr. M.C. Ricklefs, dalam bukunya Sejarah Indonesia Modern 1200-2008.

Baca juga: Peninggalan Kerajaan Banten: Bukti Kejayaan Islam di Nusantara

Apa Saja Peninggalan Kerajaan Demak?

Peninggalan Kesultanan Demak tidak hanya berupa benda mati, melainkan artefak yang sarat akan akulturasi budaya Jawa-Hindu dengan nilai-nilai tauhid Islam. Untuk memudahkan pemahaman, berikut adalah ringkasan bentuk peninggalan Kerajaan Demak yang paling ikonik:

Nama Peninggalan Lokasi Saat Ini Fungsi & Makna Singkat
Masjid Agung Demak Alun-alun Kabupaten Demak Pusat ibadah, musyawarah Wali Songo, dan simbol kejayaan Islam.
Pintu Bledeg Museum Masjid Agung Demak Pintu berukir penangkal petir, wujud sinkretisme seni ukir Jawa-Islam.
Saka Tatal Interior Masjid Agung Demak Tiang penyangga dari serpihan kayu, lambang persatuan umat yang beragam.
Makam Raja-raja Demak Kompleks Masjid Agung Demak Tempat peristirahatan Sultan Demak; wisata religi.
Bedug dan Kentongan Serambi Masjid Agung Demak Alat komunikasi dan penanda waktu salat adaptasi budaya lokal.

1. Masjid Agung Demak dan Makna Filosofinya

Peninggalan Kerajaan Demak: Sejarah, Fakta, dan Maknanya LengkapMasjid Agung Demak adalah salah satu kompleks masjid tertua yang berada di Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah adalah Peninggalan Kerajaan Demak (Astayoga, from en.wikipedia to Commons by aboalbiss)

Masjid Agung Demak adalah mahakarya arsitektur sekaligus peninggalan paling monumental dari Kerajaan Demak. Dipercaya dibangun pada tahun 1479 Masehi oleh Raden Patah bersama Wali Songo, masjid ini tidak menggunakan kubah bawang seperti masjid-masjid di Timur Tengah. Alih-alih, arsitekturnya mengadopsi bentuk bangunan tajug (atap tumpang) khas peradaban Hindu-Jawa kuno.

Apa arti 3 atap tumpang di Masjid Demak?

Atap bersusun tiga ini bukanlah tanpa makna. Dalam literasi Islam-Jawa, ketiga atap tersebut melambangkan tingkatan spiritual seorang muslim:

  1. Iman: Tingkatan dasar di mana seseorang meyakini keberadaan Allah dan rukun iman.
  2. Islam: Tingkatan menengah di mana seseorang menjalankan syariat dan rukun Islam secara kaffah (menyeluruh).
  3. Ihsan: Puncak spiritual tertinggi (atap teratas) di mana seseorang beribadah seolah-olah ia melihat Allah, atau setidaknya menyadari bahwa Allah selalu mengawasinya.

2. Saka Tatal: Keunikan Tiang Masjid Demak

Peninggalan Kerajaan Demak: Sejarah, Fakta, dan Maknanya LengkapSaka Tatal Tiang Masjid Demak (Instagram @hasan.sunarto)

Memasuki ruang utama Masjid Agung Demak, Anda akan menemukan empat tiang utama (saka guru) yang konon dibuat langsung oleh empat anggota Wali Songo: Sunan Ampel, Sunan Gunung Jati, Sunan Bonang, dan Sunan Kalijaga.

Yang paling menarik adalah tiang buatan Sunan Kalijaga yang terletak di sebelah timur laut, dikenal sebagai Saka Tatal. Berbeda dengan tiang lain yang terbuat dari kayu jati utuh, Saka Tatal terbuat dari tatal (serpihan atau potongan-potongan kayu kecil) yang diikat menjadi satu kesatuan balok raksasa. Secara filosofis, Saka Tatal merepresentasikan kondisi masyarakat Jawa yang saat itu terpecah belah setelah runtuhnya Majapahit. Sunan Kalijaga menyiratkan bahwa serpihan-serpihan perbedaan tersebut, jika diikat dengan tali persatuan (akidah), akan menjadi kekuatan besar yang mampu menopang sebuah peradaban.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Peninggalan Kerajaan Demak: Sejarah, Fakta, dan Maknanya Lengkap

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!