Sejarah Hari Bumi dan Sosok Inspiratif, Senator Gaylord Nelson (Freepik - American Forests)
INDOZONE.ID - Hari Bumi adalah hari peringatan tahunan yang diperingati setiap tanggal 22 April. Momen ini menjadi simbol kepedulian global terhadap kondisi Bumi serta ajakan untuk menjaga lingkungan.
Berdasarkan laman Earth Day, Sabtu (18/04/2026) sebelum tahun 1970, kesadaran masyarakat terhadap lingkungan masih sangat rendah.
Polusi udara dan air dianggap sebagai bagian dari kemajuan industri. Penggunaan bensin bertimbal serta emisi dari pabrik terjadi tanpa banyak perhatian terhadap dampaknya bagi kesehatan manusia.
Perubahan mulai terlihat setelah terbitnya buku Silent Spring karya Rachel Carson pada tahun 1962.
Buku tersebut membuka mata publik tentang bahaya polusi dan kaitannya dengan kesehatan serta lingkungan.
Mengutip Earth Day, karya ini menjadi titik penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan.
Baca juga: Begini Hari Bumi Sedunia Pertama Kali Dirayakan, Aksi Unjuk Rasa di Amerika pada 1970
Senator Gaylord Nelson (Earth Day)
Tokoh utama di balik lahirnya Hari Bumi adalah Gaylord Nelson, seorang senator dari Wisconsin yang prihatin terhadap kerusakan lingkungan. Ide ini semakin kuat setelah ia menyaksikan dampak besar tumpahan minyak di Santa Barbara pada tahun 1969.
Gaylord Nelson kemudian menggagas kegiatan edukasi lingkungan di kampus-kampus dengan melibatkan mahasiswa. Ia juga menggandeng Pete McCloskey sebagai ketua bersama.
Untuk memperluas gerakan ini, Gaylord Nelson merekrut Denis Hayes sebagai koordinator nasional. Denis Hayes mengembangkan konsep tersebut menjadi gerakan besar dan menetapkan tanggal 22 April agar partisipasi mahasiswa maksimal.
Baca juga: Ilmuwan Akhirnya Bisa Bingung, Panjang Hari di Bumi Semakin Meningkat Misterius, Kok Bisa?
Hari Bumi pertama pada tahun 1970 menjadi tonggak penting dalam sejarah lingkungan. Mengutip Earth Day, sekitar 20 juta warga Amerika Serikat turun ke jalan untuk menyuarakan kepedulian terhadap lingkungan. Jumlah ini setara dengan sekitar 10% populasi saat itu.
Gerakan ini berhasil menyatukan berbagai kelompok, mulai dari aktivis, pelajar, hingga masyarakat umum yang sebelumnya bergerak sendiri-sendiri dalam isu lingkungan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Earth Day