R.A. Kartini Sebagai Pejuang Batik (DJKN/Freepik)
INDOZONE.ID - R.A. Kartini merupakan sosok pahlawan nasional yang selama ini dikenal sebagai pelopor emansipasi perempuan.
Memiliki nama lengkap Raden Ajeng Kartini, ia turut berperan besar dalam mendorong kemajuan kerajinan lokal hingga dikenal ke pasar internasional.
Selain memperjuangkan pendidikan, Kartini turut menunjukkan kepedulian terhadap identitas budaya melalui kain kebaya dan batik.
Baca juga: Raden Ajeng Kartini Tak Mau Dipanggil Bangsawan, Ini Alasan di Baliknya
Dalam sudut pandang modern, langkah ini dapat disebut sebagai bentuk awal dari sustainable fashion, di mana produk lokal tidak hanya bernilai estetika, tetapi mencerminkan kemandirian ekonomi.
Kartini aktif mempromosikan hasil kerajinan seperti batik dan ukiran kayu sebagai bagian dari identitas bangsa.
Ia percaya bahwa karya lokal memiliki nilai tinggi dan layak diperkenalkan ke dunia luar.
Berdasarkan catatan pameran tahun 1898 di Den Haag, Kartini bersama saudara-saudaranya mengirimkan berbagai karya seni, mulai dari ukiran kayu, lukisan, hingga alat batik.
Karya tersebut bahkan mendapat perhatian dari Ratu Wilhelmina.
Keberhasilan itu mendorong Kartini untuk membantu para perajin di Jepara, khususnya di daerah Belakang Gunung.
Baca juga: Dari Kartini Sampai Era Digital: Gimana Perjalanan Panjang Gerakan Feminisme di Indonesia?
Berdasarkan tulisan Pramoedya Ananta Toer, wilayah tersebut dikenal sebagai kampung pengrajin, namun masyarakatnya hidup dalam keterbatasan ekonomi.
Kartini kemudian memberdayakan para pengrajin dengan menyediakan tempat kerja, pelatihan, serta membantu memasarkan produk mereka ke kota besar seperti Batavia dan Semarang.
Hasil penjualan pun dikembalikan kepada para perajin setelah dipotong biaya produksi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pks.id