Kain Kafan Turin yang Dipamerkan Kepada Publik Pada Tahun 2010. (Britannica)
INDOZONE.ID - Kain Kafan Turin atau Shroud of Turin merupakan salah satu relik paling misterius dalam sejarah umat Kristiani.
Kain linen ini diyakini sebagian orang sebagai kain pemakaman Yesus Kristus, dan hingga kini terus menjadi bahan penelitian ilmiah sekaligus perdebatan.
Melansir laman Britannica, Kamis (02/04/2026) Kain Kafan Turin memiliki panjang sekitar 4,3 meter dan lebar 1,1 meter. Di atasnya tampak bayangan samar berwarna cokelat yang menyerupai tubuh seorang pria, terlihat dari bagian depan dan belakang.
Baca juga: Mengenal Arti Crown of Thorns dan Alasan Mengapa Yesus Memakai Mahkota Duri
Menariknya, gambar tersebut menunjukkan tanda-tanda luka yang mirip dengan kisah penyaliban Yesus.
Beberapa di antaranya termasuk bekas duri di kepala, luka cambukan di punggung, memar di bahu, serta noda yang diduga darah.
Detail ini membuat banyak pihak mengaitkannya dengan penderitaan yang dialami Yesus sebelum wafat.
Salah satu temuan penting dalam studi ilmiah terjadi pada tahun 1898, ketika gambar di kain tersebut ditemukan memiliki karakteristik seperti negatif fotografi. Artinya, ketika difoto, justru muncul citra yang lebih jelas dan realistis.
Sejak saat itu, berbagai penelitian dilakukan untuk mencari tahu bagaimana gambar tersebut terbentuk.
Para ilmuwan mencoba menguji kemungkinan penggunaan cat, pigmen, atau efek pembakaran. Namun, hasilnya belum mampu memberikan penjelasan yang benar-benar pasti.
Baca juga: Arkeolog Temukan Makam Bidan Yesus di Israel, Gua Salome yang Berusia 2.000 Tahun
Pada tahun 1988, dilakukan uji penanggalan karbon-14 oleh tiga laboratorium berbeda. Hasilnya menunjukkan bahwa kain tersebut berasal dari periode abad pertengahan, sekitar tahun 1260-1390. Temuan ini sempat memperkuat anggapan bahwa kain tersebut bukan berasal dari zaman Yesus.
Namun, hasil ini tidak sepenuhnya diterima. Sejumlah peneliti mempertanyakan metode yang digunakan, termasuk kemungkinan kontaminasi pada sampel kain.
Studi terbaru pada tahun 2022 menggunakan teknik hamburan sinar-X sudut lebar (WAXS) memberikan perspektif berbeda.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Britannica