Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 05 MARET 2026 • 12:06 WIB

Sejarah Iran dan Etimologinya yang Dulunya Kekaisaran Persia, Kekuatan Besar di Timur Tengah

Sejarah Iran dan Etimologinya yang Dulunya Kekaisaran Persia, Kekuatan Besar di Timur TengahIlustrasi sejarah bangsa Persia yang menjadi Iran saat ini. (Youtube)

INDOZONE.ID - Pemerintah Iran melancarkan aksi balas serangan saat berkonflik dengan Israel dan Amerika Serikat beberapa waktu ini. Banyak pakar yang mengaitkan dengan sejarah Iran dengan kedaulatannya, termasuk dengan kerajaan Persia yang kini menjadi negara terpenting di wilayah Timur Tengah. 

Secara internal dan historis, negeri yang disebut Iran jarang sekali menerima julukan Persia tersebut dari rakyatnya sendiri.

Sebaliknya, sebutan modern tersebut mencerminkan sebuah perjalanan identitas yang abadi, meskipun telah bertranformasi: dari Kerajaan Persia menjadi Iran

Berikut ini adalah beberapa fakta sejarah tentang Persia dan Iran, seperti yang dikutip dari dailystar.net.

Baca juga: Seberapa Kuat Rudal Balistik Iran? Ini Analisis Kekuatan Militernya

Asal usul Persia dan etimologinya

Nama etnis Persia berasal dari bahasa Yunani kuno, Persís, yang sendiri berasal dari Parsa, sebuah wilayah di barat daya yang merupakan tempat lahirnya Kekaisaran Akhemenid.

Bagi para ahli sejarah klasik, nama itu melambangkan wilayah kekuasaan luas yang membentang dari Indus hingga Aegea. Bagi para sejarawan modern, itu adalah eksonim, nama yang diberikan oleh pihak luar yang akhirnya menjadi singkatan untuk seluruh peradaban tersebut.

Sejarah Iran dan Etimologinya yang Dulunya Kekaisaran Persia, Kekuatan Besar di Timur TengahKekaisaran Persia (Blibical Map)

Kata Iran dan etimologinya

Sementara itu, jauh sebelum kata "Persia" dikenal di kalangan masyarakat Barat, penduduk dataran tinggi Iran menyebut tanah mereka "Iran" atau variasinya seperti Eran, istilah yang berakar secara etimologis dari bahasa Indo-Iran kuno Arya, yang berarti "mulia" atau "Arya," dan menandakan "tanah bangsa Arya".
 
Di bawah dinasti-dinasti pribumi yang berkuasa secara berturut-turut, dari Sassania hingga Safawi, variasi nama ini tetap bertahan dalam gelar-gelar istana dan prasasti kekaisaran.

Baca juga: Teori Masuknya Islam ke Indonesia, Lengkap Dari Gujarat hingga Persia!

Dunia luar terhadap Persia dan Iran

Namun dunia luar terus membicarakan Persia, karena Roma dan kemudian Eropa Kristen tidak mendengar irama batin bahasa lokal, dan karena peta geopolitik Eropa pada masa Renaisans dan Pencerahan disusun dalam bahasa pendidikan klasik.

Berabad-abad catatan sejarah asing, catatan perjalanan, dan korespondensi diplomatik telah mengukuhkan Persia dalam wacana internasional bahkan ketika bahasa asli menyebut negeri itu sebagai Iran.

Titik balik yang menentukan tiba pada abad ke-20, di tengah gelombang nasionalisme dan tata pemerintahan modern.

Mengganti Persia menjadi Iran di bawah pemerintahan Reza Shah Pahlavi

Pada tahun 1935, di bawah pemerintahan Reza Shah Pahlavi, pemerintah Iran secara resmi meminta dunia untuk berhenti menggunakan Persia dalam urusan diplomatik dan sebagai gantinya menggunakan Iran, nama yang telah lama digunakan rakyatnya untuk menyebut diri mereka sendiri. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dailystar.net

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Sejarah Iran dan Etimologinya yang Dulunya Kekaisaran Persia, Kekuatan Besar di Timur Tengah

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!