INDOZONE.ID - Oleg Gordievsky dikenal sebagai agen ganda paling merusak dalam sejarah spionase Uni Soviet. Perwira badan intelijen Uni Soviet (KGB) ini diam-diam bekerja untuk MI6 Inggris sejak 1970-an, membocorkan rahasia penting Perang Dingin.
Aksinya berujung hukuman mati in absentia dan pelarian dramatis dari Uni Soviet.
Nama Oleg Gordievsky mungkin tak sepopuler James Bond. Tapi di dunia intelijen, dampaknya jauh lebih nyata. Ia adalah perwira KGB yang berbalik arah, menjadi agen ganda.
Kisahnya bukan soal gadget canggih atau kejar-kejaran ala film. Tapi tentang ideologi, kekecewaan, dan permainan psikologis tingkat tinggi di tengah Perang Dingin.
Melanisr Rusisa Beyond, Oleg Gordievsky bergabung dengan Direktorat Utama Pertama KGB pada 1962. Unit ini menangani operasi intelijen asing dan agen rahasia Soviet di luar negeri.
Bagi banyak orang Soviet, posisi ini adalah privilese. Bisa tinggal di luar negeri, melihat dunia Barat secara langsung, dan menikmati fasilitas yang tak dimiliki warga biasa.
Baca juga: Josef Jakobs, Mata-mata Terakhir yang dieksekusi di Menara London
Penempatan awal Gordievsky di Denmark menjadi titik balik. Di sana, ia mulai mempertanyakan sistem yang selama ini ia layani.
“Saya ingin bekerja untuk intelijen Inggris dan sedang mencari kesempatan untuk melakukannya,” ujar Gordievsky dalam wawancara setelah pembelotannya.
MI6 membaca peluang itu dengan cepat. Di Denmark, seorang perwira MI6 yang menyamar sebagai diplomat mendekatinya. Hubungan keduanya berkembang dari pertemuan restoran hingga rumah persembunyian.
Sejak 1974, Gordievsky resmi menjadi agen ganda. Di satu sisi, ia naik karier di KGB. Di sisi lain, ia mengalirkan informasi sensitif ke Inggris.
Gordievsky mengaku mulai kecewa setelah Nikita Khrushchev membuka kejahatan Stalin dan Berlin terbelah oleh tembok.
Namun motifnya tak pernah benar-benar hitam-putih. Apakah karena ideologi, ego, petualangan, atau keuntungan pribadi, jawabannya tetap abu-abu. Namun yang jelas, ia memainkan peran berbahaya di jantung intelijen Soviet.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Russia Beyond