Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 20 NOVEMBER 2025 • 20:45 WIB

Sejarah Terowongan Lampegan, Terowongan Pertama di Priangan Pada Tahun 1883

Sejarah Terowongan Lampegan, Terowongan Pertama di Priangan Pada Tahun 1883Terowongan Lampegan (Sumber: mooibandoeng.wordpress.com)

INDOZONE.ID - Tahun 1883 menjadi salah satu momen penting dalam sejarah perkembangan jalur kereta api di Priangan. Pada masa itu, pembangunan jalur yang menghubungkan Batavia dengan wilayah Priangan melalui Buitenzorg tengah dikebut. Jalur tersebut dibangun untuk mendukung distribusi hasil perkebunan yang saat itu berkembang pesat di Jawa Barat.

Salah satu proyek infrastruktur besar yang dikerjakan adalah Terowongan Lampegan, sebuah terowongan kereta api yang berada di Desa Lampegan, Kabupaten Cianjur. Terowongan ini menjadi salah satu bagian paling menantang dalam konstruksi karena harus menembus Bukit Cibokor yang memiliki kontur curam dan berbatu.

Baca juga: Kisah Mistis Terowongan Casablanca: Konon Dibangun di Atas Kuburan Massal yang Bikin Merinding

Pembangunan Terowongan Lampegan dimulai pada tahun 1879 dan selesai pada 1882. Panjang terowongan mencapai 686 meter, menjadikannya salah satu terowongan kereta api tertua dan terpanjang yang dibangun pada masa kolonial Hindia Belanda. Lokasinya pun tidak jauh dari Stasiun Lampegan, yang dibangun sebagai bagian dari jalur pelayanan kereta menuju Priangan.

Pada masa kejayaannya, terowongan ini menjadi bagian vital dari jalur kereta api utama yang menghubungkan Batavia hingga Surabaya. Jalur tersebut aktif dan ramai digunakan sebelum akhirnya rute utama dipindahkan melalui Purwakarta pada tahun 1906, serta melalui Purwokerto pada tahun 1918. Meski begitu, Lampegan tetap menjadi infrastruktur penting bagi wilayah Priangan barat.

Nama “Lampegan” berasal dari Bahasa Belanda, yaitu lamp pegang. Istilah tersebut merujuk pada lampu yang dibawa oleh petugas penilik ketika memasuki terowongan untuk melakukan pemeriksaan keamanan. Pada masa itu, penerangan sangat minim sehingga lampu genggam menjadi peralatan wajib.

Pada tahun 2000, Terowongan Lampegan sempat mengalami kerusakan parah akibat runtuhan pada bagian dinding dan atap. Peristiwa ini membuat layanan kereta api di jalur Sukabumi–Bandung harus dihentikan sementara. Setelah melalui proses perbaikan dan penguatan struktur, bentuk interior terowongan berubah cukup signifikan dibandingkan versi aslinya pada masa kolonial.

Baca juga: Terowongan Sasaksaat: Kisah Misteri Di Balik Terowongan Kereta Api Terpanjang di Indonesia

Saat ini, Terowongan Lampegan masih tetap berfungsi dan menjadi salah satu terowongan bersejarah yang masih aktif di Indonesia. Jalur tersebut dilintasi oleh Kereta Api Siliwangi yang melayani rute Sukabumi–Cipatat. Selain nilai sejarahnya, area sekitar terowongan kini juga menjadi salah satu destinasi wisata heritage yang menarik bagi pecinta sejarah perkeretaapian.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Journal Balai Arkeologi Bandung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Sejarah Terowongan Lampegan, Terowongan Pertama di Priangan Pada Tahun 1883

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!