Ilustrasi Pertempuran Shanghai (instagram @daily_history_aesthetic)
INDOZONE.ID - Pertempuran Shanghai 1937 menandai invasi pertama Jepang ke Cina dalam Perang Dunia II.
Konflik ini dipicu oleh ketegangan lama dan ambisi Jepang di Asia Timur.
Perang Shanghai menjadi pertempuran sengit dan kompleks yang kemudian berkembang menjadi bagian dari Perang Tiongkok-Jepang Kedua serta konflik internasional yang lebih besar.
Perang besar antara Cina dan Jepang terjadi pada tahun 1937 dari sebuah perkelahian kecil di dekat Beijing.
Tidak banyak prajurit yang menyadari bahwa percikan itulah yang memicu Perang Sino-Jepang Kedua.
Baca juga: Resolusi Jihad: Seruan Kiai dan Ulama yang Menggelorakan Perlawanan terhadap Belanda
Perang ini kemudian melibatkan kekuatan asing seperti Nazi Jerman dan Uni Soviet, dan memicu Perang Dunia Kedua di Asia.
Pasukan Jepang yang ditempatkan di Beijing pada tanggal 7 Juli 1937 memutuskan untuk melakukan latihan malam di dekat Jembatan Marco Polo.
Cina menanggap mereka sebagai kekuatan asing yang tidak diinginkan.
Maslaah muncul karena, Jepang tidak memberi tahu pasukan Cina bahwa mereka akan bergerak. Akibatnya, pasukan Cina menembak.
Perkelahian di Jembatan Marco Polo, atau Jembatan Lugouqiao di Cina, memicu konflik yang benihnya telah memanas selama bertahun-tahun.
Baca juga: Jejak Mistis Tradisi Gowok di Banyumas: Sejarah Wanita Penuntun Seksual Remaja Pria
Sejak berakhirnya Pemberontakan Boxer hampir empat puluh tahun sebelumnya, pasukan Jepang dan tentara asing lainnya telah ditempatkan di Cina, tetapi Jepang bukan hanya negara asing yang mencari keuntungan ekonomi.
Jepang telah mengambil Manchuria pada tahun 1931 dan Provinsi Rehe pada tahun 1932. Mereka juga ingin menguasai Cina yang telah terbagi selama beberapa dekade.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: "The Battle Of Shanghai." Sejarah Terkini (1916-1940)