Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 04 JULI 2025 • 20:35 WIB

Kokichi Mikimoto: Sang Raja Mutiara yang Merevolusi Budaya Mutiara Dunia

Kokichi Mikimoto: Sang Raja Mutiara yang Merevolusi Budaya Mutiara DuniaIlustrasi mutiara di dalam tiram. (Pixabay/Moritz320)

INDOZONE.ID - Sejak dahulu manusia begitu terpesona dengan keindahan. Dalam pencarian tersebut manusia menemukan bahwa dalam sebuah cangkang dari dalam samudra muncul sebuah butiran penuh kilau. 

Butiran tersebut memukai manusia dan membuat barang itu menjadi berharga. Barang itu tak lain dan tak bukan ialah mutiara. 

Dalam sejarahnya mutiaranya ini begitu sulit dikembangkan sampai muncul sosok bernama Kokichi Mikimoto yang membawa perubahan besar bagi produksi mutiara di dunia.

Baca juga: Bikin Penasaran, Ternyata Begini Cara Kerang Tiram Menghasilkan Mutiara

Kokichi Mikimoto, merupakan pengusaha Jepang yang lahir di desa nelayan Toba pada tahun 1858. Dia dianggap sebagai seorang pelopor dalam industri budidaya mutiara terlebih di Jepang. 

Mikimoto memulai kariernya dari bekerja menjadi pedagang kecil, menjual produk seperti tahu dan buah di pasar lokal. 

Namun, melalui akal, ketekunan luar biasa dan juga keberuntungan, mampu menghantarkannya menciptakan revolusi besar dalam dunia perhiasan.

Sekitar tahun 1890, Mikimoto mulai mendirikan peternakan tiram mutiara di Pulau Tahoku, Teluk Ago. Dia mengumpulkan para ahli untuk membantunya dalam mengembangkan teknik inovatif untuk menghasilkan mutiara dengan lebih efektif dan efisien. 

Baca juga: Seperti Berlian, Mutiara Menjadi Simbol Kekayaan dan Kekuasaan di Zaman Romawi Kuno

Hasilnya ditemukanlah cara untuk mencapai tujuan tersebut  melalui proses iritasi buatan pada tiram. 

Teknik iritasi buatan ini melibatkan penyisipan benda asing kecil, seperti potongan cangkang, ke dalam jaringan tiram. Proses ini nantinya akan mendorong tiram menghasilkan lapisan nacre, yang membentuk mutiara berkualitas tinggi.

Namun, usaha ini tidak langsung berhasil begitu saja. Selama beberapa tahun, Mikimoto menghadapi rangkaian hambatan dan tantangan, seperti bentuk mutiara yang tidak sempurna. 

Baru pada tahun 1913 ia akhirnya berhasil menciptakan mutiara bulat sempurna, yang mampu bersaing dengan mutiara alami.

Baca juga: Bukan Berlian, Mutiara Justru Jadi Lambang Kekayaan Bangsa Romawi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Scientific American

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kokichi Mikimoto: Sang Raja Mutiara yang Merevolusi Budaya Mutiara Dunia

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!