Senin, 18 NOVEMBER 2024 • 05:55 WIB

Cerita Mumtaz Begum dari India, Sosok yang Dikira Manusia yang Dikutuk Jadi Anjing dan Buat Orang Takut Azab

Author

Sosok Mumtaz Begum dari India. (Youtube/AS-INFO TV)

INDOZONE.ID - Pada era 2000-an, terdapat sebuah video yang menggemparkan dunia dengan munculnya rubah berkepala manusia.

Makhluk yang bikin heboh warganet diduga karena dia merupakan anak durhaka yang dikutuk menjadi anjing.

Namun, seiring berjalannya waktu, dan zaman sudah semakin maju, kita semua menjadi tahu bahwa isi dari video itu tidaklah benar.

Makhluk rubah setengah manusia itu merupakan salah satu bagian dari aksi panggung yang ada di Kebun Binatang Karachi, Pakistan.

Baca Juga: Alasan Mitologi Yunani Lebih Populer dan Sering Menjadi Inspirasi Karya Budaya Populer di Era Modern

Di dalam rubah itu adalah manusia yang dipekerjakan untuk menyerupai mitologi Pakistan bernama Mumtaz Begum.

Mumtaz diduga tinggal di sebuah Paviliun kumuh yang dikenal sebagai Mumyaz Mahal (Istana Mumtaz) merupakan seekor rubah bermalas-malasan yang berkepala seorang perempuan yang diduga bisa melihat masa depan dan memberikan nasihat.

 

Nyatanya, Mumtaz Begum bukanlah sosok rubah atau perempuan, namun dia diperankan oleh pemain Murad Ali, seorang pria yang mewarisi peran tersebut dari ayahnya yang sempat memerankan daya tarik supranatural.

Setiap hari, Ali menyelimuti wajahnya dengan lapisan riasan tebal dan lipstik merah terang dan merangkak ke dalam kotak di bawah kandang Mumtaz.

Kemudian dia menjulurkan kepalanya lewat lubang di bagian atas agar terlihat seolah kepalanya menempel ke bingkai rubah yang tengah bersantai.

Selendang ditaruh di sekitar kepala Ali yang bertujuan untuk menyembunyikan hubungan tersebut, setelah itu para pengunjung mulai berdatangan.

Makhluk yang diperankan Ali biasa dikenal sebagai Kitsune, yang dahulu katanya bisa melihat masa depan.

Baca Juga: Mengungkap Mitologi Enggang, Burung Keramat dari Kalimantan

Hal itu menuai banyak pertanyaan yang merujuk ke Mumtaz, mulai dari hasil ujian hingga persetujuan visa, hal itu biasa ditanyakan oleh anak-anak maupun orang dewasa, yang datang ke kebun binatang.

Kemudian, Ali dengan lantangnya menyarankan dan membumbui komunikasi tersebut dengan referensi mengenai asal usulnya yang sangat misterius dan pola makannya yang terdiri dari jus dan kue.

Para pengunjung yang berdatangan untuk melihat Mumtaz Begum sering meninggalkan sumbangan kecil dan kue serta jus seperti orang yang memohon kepada seorang nabi penipu.

Tetapi, pedagang asongan sejati, atau siapa pun yang ingin berbicara dengan Kitsune, harus membayar tiket khususnya agar bisa masuk ke Mumtaz Mahal itu sendiri. 

Penulis: Nadya Mayangsari 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Atlas Obscura

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU